Walikota Bandung: Kalau Surplus Kenapa Impor Beras

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial pun menanggapi kebijakan impor beras yang dirancang oleh pemerintah pusat, yang mengarah pada kebaikan dan keburukan. Dia menilai, jika stok dalam negeri berlebih atau berlebih, tidak ada alasan untuk mengimpor beras.

“Logika saya, kita punya surplus apa yang sedang kamu lakukan kita impor, ”ujarnya, Senin (22/3). Ia mengatakan, jika kebijakan impor beras tetap dilaksanakan, apa yang akan terjadi pada beras di Badan Urusan Logistik (Bulog).

Hal senada disampaikan Walikota Bandung, Yana Mulyana. Dia menilai, jika stok beras dalam negeri surplus, impor beras tidak relevan. Dia mengingatkan, jika kebijakan impor beras tetap dijalankan, jangan menumpuk dan tidak digunakan.

“Jika surplus itu benar apa yang sedang kamu lakukan juga kita (import) karena setahu saya bupper Stok yang saya baca berapa juta ton di Bulog, ”ujarnya.

Dia mengakui, kebijakan impor beras tidak bisa menurunkan kualitas beras yang ada. Terkait sikap pemerintah sendiri, Yana mengaku kebijakan itu ada di tangan Walikota Bandung.

Dia juga berpendapat pemerintah akan menggunakan sisa saham dengan lebih baik. "Ya, pertama-tama Anda harus memanfaatkan apa yang Anda miliki," katanya.