UKM Harus Mampu Memahami Tren Pasar Dunia

Perajin mengerjakan pembuatan kerajinan dari bahan stik es krim dan tusuk sate yang dipasarkan melalui media daring di Kampung Baru Cijahe RT 06/01, Curug Mekar, Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (20/9/2020). Berdasarkan data dari Asia Pacific SMB Digital Maturity Study tahun 2020 mengungkapkan bahwa digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia bisa meningkatkan PDB Indonesia sebesar 160 sampai 164 miliar dolar AS pada tahun 2024 serta berkontribusi pada pemulihan ekonomi pasca COVID-19.

Pada masa epidemi ini, banyak anak muda yang menjadi reseller produk UMKM di platform digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) terus meluncurkan berbagai program di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya untuk mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar memiliki daya saing dengan berbagai produk dari luar.

"Oleh karena itu, penting juga untuk memahami tren pasar dunia," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam keterangan resmi, Selasa (29/9). Apalagi saat ini, kata dia, perubahan pasar begitu pesat, termasuk gaya hidup yang sangat mempengaruhi perubahan tingkat konsumsi masyarakat.

Jadi, imbuhnya, pemerintah juga perlu memanfaatkan berbagai hasil penelitian dari berbagai kampus. Hasil riset tersebut akan dikembangkan menjadi produk unggulan yang bisa dijual di pasar online, jelas Teten.

Ia juga menyebutkan saat wabah Covid-19 banyak anak muda berjualan dan mahasiswa menjadi reseller produk UMKM di platform digital, termasuk media sosial. Oleh karena itu, Teten berharap generasi muda dan pelajar memperhatikan kualitas produk dan kemampuan produksi barang yang mereka jual. Karena di pasaran juga banyak produk yang sudah memiliki brand image yang kuat.

“Ke depan, kami ingin mempersiapkan UKM yang sudah memiliki keunggulan. Dengan begitu mereka bisa menjadi UKM Masa Depan yang mampu bersaing di pasar domestik dan global,” kata Teten.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim menegaskan, kementerian selalu berupaya untuk berkontribusi dan meningkatkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat. Program magang diadakan. “Program magang ini dilaksanakan untuk menumbuhkan wirausaha baru di kalangan pemuda dan mahasiswa,” kata Arif. Program tersebut, kata dia, juga sebagai upaya mengurangi jumlah pengangguran dan pengentasan kemiskinan sehingga mampu menciptakan lapangan kerja.

Baca:  Memasuki Pasar Cina secara resmi, J&T Express yakin akan bertahan hidup