Tingkat Pemulihan Covid-19 Meningkat | Republic Online

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Reisa Broto Asmoro menyampaikan, angka kesembuhan pasien Covid-19 secara nasional saat ini semakin meningkat.

Pada minggu pertama Oktober, angka kesembuhan Covid-19 mencapai 75,27 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Juru bicara Satgas Penanganan Covid 19 Reisa Broto Asmoro mengatakan angka kesembuhan pasien Covid-19 secara nasional kini meningkat. Bahkan pada pekan pertama Oktober, angka kesembuhan Covid-19 tercatat 75,27 persen, naik dari pekan sebelumnya, 73,77 persen.

Sebanyak 232.593 kasus ditemukan pada Senin (5/10) hari ini. Sedangkan kasus aktif secara nasional saat ini ada 63.274 kasus.

“Recovery rate Covid di Indonesia atau recovery rate pada minggu pertama Oktober tercatat 75,27 persen,” kata Reisa dalam jumpa pers.

Reisa melanjutkan, jumlah kasus kematian dengan konfirmasi Covid-19 pada 5 Oktober ada 11.253 kasus. Angka kematian dan jumlah kasus juga mencapai 3,67 persen. Angka tersebut turun dari minggu sebelumnya sebesar 3,77 persen.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencapaian ini,” ucapnya.

Kunci untuk mengurangi jumlah Covid-19 adalah dengan mengintensifkan upaya inspeksi, deteksi, dan pemeliharaan. Dia mengatakan, pemerintah bisa memeriksa hingga 40 ribu orang setiap hari di lebih dari 340 laboratorium. Sementara, upaya penggeledahan yang dilakukan menemukan sekitar 140 ribu tersangka setiap harinya.

Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat akan pentingnya disiplin dalam menerapkan tata tertib kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan benar. Namun protokol kesehatan ini harus dilaksanakan secara besar-besaran dan serentak oleh seluruh masyarakat agar kasus Covid bisa ditekan.

Pemerintah juga sedang mempersiapkan program vaksinasi yang komprehensif untuk masyarakat. Vaksinasi ini diharapkan dapat melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19.

"Secara historis, terbukti keberhasilan vaksinasi berdampak pada pengendalian bahkan pemberantasan penyakit menular, seperti cacar dan polio," katanya.

Baca:  Kementerian Komunikasi mengimbau Publik untuk Disiplin Health Protocols