Tim Kampanye Donald Trump Mengumpulkan Dana untuk Menantang Pemilihan Presiden AS

Presiden Donald Trump

Tim kampanye Donald Trump mengajukan penghitungan suara untuk Pemilihan Presiden AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Tim kampanye Presiden AS Donald Trump telah menggalang dana untuk kemungkinan tuntutan hukum di beberapa negara bagian. Sebanyak dua negara bagian, Wisconsin dan Michigan, dilaporkan telah menerima tuntutan hukum dari tim kampanye Trump.

"Demokrat akan mencoba MENGHAPUS Pemilu! Presiden Trump membutuhkan ANDA untuk meningkatkan dan MEMBELA hasil," baca email tim kampanye (email) yang dikerahkan pada pukul 4:20 waktu setempat pada hari Rabu.

Email kampanye yang dikirim Rabu pagi menyertakan ikon sirene yang berkedip. Konten yang menyertakan penawaran ke email penerima berkontribusi 1.000 persen.

Selain mengirim email, Wakil Presiden Mike Pence juga meminta bantuan keuangan dari para pendukungnya. "Kami membutuhkan bantuan Anda untuk memastikan kami memiliki sumber daya yang tepat untuk melindungi hasil," tulis Pance dalam email.

Pance menyatakan bahwa sayap kiri ingin merusak pemilu. Situasi ini membuat Republik membutuhkan bantuan rakyat untuk mendapatkan dukungan finansial. "Kiri ingin merusak pemilihan ini, dan kami membutuhkan ANDA untuk KEMBALI!"

Ketua Komite Nasional Republik Ronna McDaniel dan kepala keuangan RNC Todd Ricketts mengadakan konferensi telepon dengan para donor pada hari Rabu. Saluran seluler meminta untuk memberikan apa yang mereka bisa untuk membantu membayar biaya hukum yang diharapkan. "Apa pun yang bisa Anda lakukan sekarang," kata McDaniel.

Dikutip dari Jurnal dinding jalan, Tim kampanye Trump tidak membocorkan jumlah dana yang terkumpul dari email tersebut. Kedua kubu tim sukses juga telah membentuk tim advokat untuk mengantisipasi kemungkinan pertarungan.

Tim kampanye Biden pada Rabu sore meluncurkan seruan akar rumput untuk meminta sumbangan setidaknya US $ 15 dalam bentuk dana tempur. Biden mengatakan partainya akan memastikan bahwa Trump tidak dapat ikut campur dalam hasil pemilu.

Baca:  Argentina dan Meksiko Menyepakati Pelepasan Vaksin AstraZeneca

"Untuk memastikan bahwa setiap suara dihitung, kami menyiapkan perlindungan pemilu terbesar yang pernah dikumpulkan. Karena Donald Trump tidak dapat memutuskan hasil pemilu ini, Amerika melakukannya," kata Biden.