Tiga desa di daerah ini adalah Darurat Narkoba

Ilustrasi Narkoba

Tiga desa darurat narkoba tersebut adalah Desa Perlang, Lubuk Besar dan Sungaiselan

REPUBLIKA.CO.ID, KOBA – Badan Narkotika Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat ada tiga desa yang termasuk dalam kategori darurat peredaran narkoba karena jumlah kasusnya sangat tinggi.

Tiga desa darurat narkoba itu adalah Desa Perlang, Lubuk Besar dan Sungaiselan, kata Zaidan, Ketua Seksi Sosialisasi Masyarakat dan Narkoba Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah di Koba, Jumat (20/11).

Ia menjelaskan, ketiga desa tersebut berada di dua kecamatan, yakni Kabupaten Lubuk Besar dan Kabupaten Sungaiselan yang merupakan wilayah pesisir dan pertambangan timah.

“Jumlah kasus tertinggi ada di Kecamatan Lubuk Besar yang merupakan wilayah pertambangan. Ada puluhan kasus di kabupaten tersebut,” kata Zaidan tanpa menjelaskan jumlah kasusnya.

Dia menjelaskan, wilayah penambangan timah cenderung memiliki jumlah kasus narkoba yang tinggi karena rata-rata konsumennya adalah penambang timah.

“Penambang menganggap minum obat bisa menjaga stamina, tidak kedinginan dan tidak mudah lelah,” ujarnya.

Begitu pula dengan nelayan, kata dia, sebagian masyarakat pesisir yang memanfaatkannya adalah nelayan karena dianggap bisa menjaga stamina dan mencegah masuk angin.

BNK menyatakan Bangka Tengah berada di urutan lima kasus narkoba dari enam kabupaten dan kota di Bangka Belitung.

“Tahun 2017, Bangka Tengah menempati urutan keempat kasus narkoba dan pada 2020 turun ke urutan kelima seiring dengan aktivitas penambangan timah yang mulai menurun,” ujarnya.

sumber: antara

Baca:  Lima Staf Bank Pasam Barat Covid-19 Positif