Tanggapan KY untuk Sesi Virtual HRS

Ketua Komisi Yudisial (KY) Mukti Fajar Nur Dewata

KY akan memperhatikan dengan memantau persidangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi Yudisial (KY) Mukti Fajar Nur Dewata menyayangkan sikap Habib Rizieq Shihab (HRS) yang menginginkan persidangan langsung di pengadilan. Sidang pertama kasus terdakwa Habib Rizieq Shihab (HRS) pada Selasa (16/3) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, juga gagal dilakukan secara online.

Menurut Mukti Fajar, persidangan virtual telah diatur dalam PERMA Nomor 4 Tahun 2020 tentang Tindak Pidana Elektronik dan Persidangan yang ditandatangani oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) pada 25 September 2021. Ia mencatat bahkan di tengah-tengah Pandemi, pengadilan diharapkan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Menurutnya, uji coba virtual merupakan solusi untuk menyelesaikan kasus dalam menghadapi pandemi Covid-19. Mengenai sidang virtual ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan bagi para pencari keadilan. Penyesuaian ini untuk mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan para pihak, kata Mukti Fajar dalam siaran persnya, Kamis (18/3). .

Mukti Fajar mengatakan, KY memiliki kewenangan untuk melindungi harkat dan martabat hakim. Tugas ini dilakukan KY dengan memantau hakim yang diduga melanggar kode etik, serta melakukan advokasi terhadap hakim yang merendahkannya.

Oleh karena itu, Mukti Fajar mengingatkan, meski dilakukan dengan cara yang baik, persidangan harus dihormati oleh para pihak yang terlibat dalam perkara. “KY meminta masyarakat menghormati peradilan agar harkat dan wibawa peradilan terjaga dengan baik. Masyarakat juga diminta menghormati peradilan dan profesi hakim,” kata Mukti Fajar.

Mukti Fajar mengatakan KY akan memperhatikan dengan memantau persidangan. “Jika Komisi Yudisial menemukan dugaan pelanggaran kode etik oleh hakim, atau perilaku yang merendahkan hakim oleh para pihak, KY akan terus melangkah,” pungkas Mukti Fajar.

Baca:  Kasus Syekh Ali Jaber, Din: Jangan mudah percaya dengan alasan gila

Sidang ditunda sementara atau ditunda selama 30 menit. Pasalnya, hakim menolak permintaan Habib Rizieq untuk hadir secara langsung di persidangan.

Habib Rizieq dan puluhan pengacaranya menyatakan bahwa mereka sudah di luar persidangan. Mereka menilai hakim telah melakukan ketidakadilan dengan menolak menghadirkan Rizieq ke persidangan.

Sidang Rizieq kembali digelar pada Jumat (19/3). Sebagai informasi, ada tiga kasus yang menjerat Habib Rizieq, yakni dugaan pemalsuan hasil tes usap, massa di Petamburan, dan massa di Megamendung, Jawa Barat.