Sebanyak 17.000 wartawan bersertifikat UKW

Suasana wartawan mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW).

Dewan Pers memahami bahwa belum semua media menerapkan UKW karena keterbatasan perkiraan.

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE – Dewan Pers menyatakan sebanyak 17.000 jurnalis yang tersebar di seluruh Indonesia telah tersertifikasi melalui uji kompetensi jurnalistik (UKW) yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi profesi.

Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun mengatakan jumlah wartawan yang telah terdaftar dan disertifikasi Dewan Pers sebanyak 17 ribu orang dan PWI termasuk salah satu yang aktif melaksanakan UKW.

Diakui saat pandemi Covid-19, PWI merupakan salah satu organisasi profesi yang terus melaksanakan UKW dan beberapa bidang sudah dilaksanakan, antara lain Bali, Jawa Barat, Kalimantan, Jakarta dan pada Minggu (18/10) ada 56 peserta di Kota Ternate. , Maluku Utara (Maluku Utara).

Menurut Hendry, Undang-Undang Pers (UU) Pers mengatur di mana seorang jurnalis secara rutin menjalankan tugasnya, mulai dari mencari informasi, mengolah hingga penyiaran, namun jika ingin dikenal sebagai jurnalis profesional harus memiliki sertifikasi.

Pasalnya, setiap sumber daya yang akan dipenuhi, baik instansi pemerintah maupun swasta, apalagi kegiatan negara dan DPR tanpa sertifikasi kompetensi langsung ditolak.

Namun tetap menggunakan pemberitaan produk jurnalistik oleh jurnalis lokal dan pemerintah yang tidak kompeten jika mengacu pada aturan Dewan Pers, hanya jurnalis bersertifikat yang meliput. “Tapi kami memahami bahwa tidak semua media menjalankan UKW untuk jurnalis karena perkiraan mereka terbatas,” ujarnya di Ternate, Minggu.

Untuk itu, Hendry berharap, pemerintah daerah (pemda) ikut mengatur efisiensi. Artinya, pemerintah kabupaten terlibat dalam pembinaan kebebasan pers, sehingga melalui UKW lahir jurnalis yang berkualitas dan berkualitas sesuai dengan kode etik jurnalistik.