Sebagai tersangka, Gisel mencari dukungan dalam menghadapi proses hukum

Artis Gisella Anastasia menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa di Gedung Ditkrimsus Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/1). Artis Gisella Anastasia menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka selama 10 jam terkait kasus video asusila bersama Michael Yukinobu Defretes alias Nobu. Republika/Thoudy Badai

Gisel menjadi tersangka kasus video asusila dan diperiksa di Polda Metro Jaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyanyi Gisella Anastasia alias Gisel meminta dukungan masyarakat untuk menjalani proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus video asusila oleh penyidik ​​dari Polda Metro Jaya.

“Saya mohon doanya, mohon dukungannya, dukungannya agar saya bisa melalui proses ini kedepannya, semoga bisa lebih baik untuk keesokan harinya,” kata Gisel usai menjalani pemeriksaan selama 10 jam di Polda Metro Jaya, Jumat (8/1). . Gisel menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka kasus video asusila yang mengubah dirinya dan Michael Yukinobu De Fretes (MYD) alias Nobu.

Penyidik ​​polisi menjadwalkan pemeriksaan Gisel pada pukul 10.00 WIB, namun ia datang lebih awal sekitar pukul 09.00 WIB. Gisel menyelesaikan pemeriksaan dan keluar dari Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sekitar pukul 19.40 WIB.

Dalam kesempatan itu Gisel juga kembali menyampaikan permintaan maafnya kepada publik. “Sekali lagi saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan kepada semua pihak terkait,” ujarnya.

Penyidik ​​Polda Metro Jaya menetapkan Gisel sebagai tersangka dalam kasus video asusila miliknya yang beredar di media sosial. Tak hanya Gisel, polisi juga menetapkan aktor pria dalam video asusila itu sebagai tersangka. Pria dalam video tersebut dikenal sebagai Michael Yukinobu De Fretes (MYD).

Menurut pengakuan Gisel yang disampaikan Yusri, video tersebut dibuat pada tahun 2017 di sebuah hotel di kota Medan, Sumatera Utara. Gisel juga mengaku berada di bawah pengaruh alkohol saat membuat video.

Artikel yang diduga melawan Gisel dan Nobu dalam video tersebut merupakan tindak pidana pornografi. “Kami mencurigainya dalam Pasal 4 ayat 1 bersama dengan Pasal 29 dan atau Pasal 8 UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi,” kata Yusri.

Hukuman mati dalam pasal ini adalah hukuman penjara minimal enam bulan dan maksimal 12 tahun.

Baca:  Kasus Syekh Ali Jaber, Din: Jangan mudah percaya dengan alasan gila