Satgas: Biaya Perawatan Hanya di Rumah Sakit Rujukan

Pemerintah merespons keluhan masyarakat yang dimintai biaya perawatan Covid-19 di rumah sakit. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan bahwa seluruh biaya perawatan dan pengobatan pasti ditanggung rumah sakit, asalkan, rumah sakit yang dituju adalah RS rujukan Covid-19.

Pasien yang dirawat di rumah sakit swasta yang tidak dirujuk Covid tidak ditanggung oleh pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah menanggapi keluhan masyarakat yang menanyakan biaya pengobatan Covid-19 di rumah sakit tersebut. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan bahwa semua biaya pengobatan dan pengobatan harus ditanggung pihak rumah sakit, dengan syarat rumah sakit yang dimaksud adalah rumah sakit rujukan Covid-19.

“Jadi pemerintah menanggung biaya pengobatan pasien Covid, dan ini tentunya hasil rujukan dari Puskesmas atau RS ke RS rujukan Ovid-19. Makanya, pasien yang dirawat di RS swasta, kalau bukan bagian RS rujukan, tidak bisa ditanggung,” ujarnya. Wiku dalam keterangan media di kantor presiden, Kamis (1/10).

Solusinya, kata Wiku, pasien harus dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 agar bisa mendapatkan pengobatan gratis. Rumah sakit rujukan ini juga tidak hanya terdiri dari rumah sakit pemerintah, tetapi juga rumah sakit swasta.

Tentang cara mengangkut pasien Covid-19 ke rumah sakit rujukan atau puskesmas, Wiku mengatakan, pemerintah juga menyediakan ambulans khusus. Untuk mendapatkan pelayanan ini prinsipnya tetap sama yaitu pasien atau keluarga dan kerabatnya perlu menghubungi rumah sakit atau puskesmas rujukan terdekat.

"Karena itu, hubungi rumah sakit terdekat untuk dijemput dan dirawat dengan baik, tanpa mempertaruhkan orang lain dengan kendaraan yang mungkin tidak dirancang untuk membawa pasien dengan gejala Covid," kata Wiku.

Baca:  Tingkat Pemulihan Covid-19 Meningkat | Republic Online