Santunan Pangdam dan Dirkumad untuk Korban Batalyon Personel TNI

Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dan Direktur Hukum Angkatan Darat (Dirkumad) Brigjen Tetty Melina Lubis.

Pangdam Jaya menegaskan bahwa tidak ada kekebalan bagi pelaku vandalisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pasca penyerangan dan penembakan di Polres Ciracas, Jakarta Timur, yang dilakukan sejumlah personel TNI pada Sabtu (29/8) pagi WIB, Kodam Jaya bertanggung jawab untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat. -Orang yang menjadi korban kehancuran. .

Acara yang bertempat di Markas Koramil 05 / Kramat Jati sebagai pos pengaduan pada Rabu (2/8) ini dihadiri oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya Jenderal Dudung Abdurachman dan Direktur Hukum Brigadir Jenderal (Dirkumad) Angkatan Darat. Tetty Melina Lubis.

Dudung mengatakan selain memberikan santunan, TNI AD juga memberikan santunan kepada para korban. “Kami dari TNI melakukan kegiatan untuk memberikan kerugian kepada korban kerusuhan dan pada saat yang sama kami juga memberikan santunan,” kata Dudung di lokasi, Rabu.

Kompensasi yang diberikan TNI AD bertujuan untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat kecil yang terkena dampak. Pasalnya, situasi Covid-19 membuat perekonomian rakyat semakin sulit. Karena itu, pihaknya memberikan kompensasi kepada pedagang berupa gerobak kaca yang dirusak anggota TNI.

Selain itu, bagi korban yang terluka dan harus berobat, biaya pengobatan juga diganti. Bahkan kendaraan yang rusak diberi ganti rugi. Lalu ada kendaraan bermotor dan mobil. Kalau sepeda motor rusak total lebih dari 60 persen akan kita ganti seluruhnya seperti semula, dikasih yang baru, "kata Dudung.

Yang tidak kalah penting, menurut Dudung, adalah pemulihan sosial. Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir lagi karena TNI akan selalu ada untuk mengatasi kesulitan masyarakat. Dia mengatakan jumlah korban sebanyak 76 warga sipil. Hingga saat ini, Dudung dan jajarannya terus menerima pengaduan dari masyarakat.

Namun, Dudung belum bisa menyebutkan jatah yang diberikan TNI AD untuk mengimbangi kerugian masyarakat. Pos pengaduan yang dibuka berlangsung selama tiga hari atau berakhir pada Jumat (4/9).

“Istilah ini dibahas dulu. Bahwa tidak ada hukuman bagi pelakunya. Tidak. Ada cerita bahwa jika proses hukum dihentikan, akan ada mekanisme. Jadi pelakunya harus berubah. Ini bukan hanya berarti mengambil tindakan, dan tidak akan dibebani, "kata mantan Gubernur Akademi Militer (Akmil) itu.

Baca:  Pengamat: Serangan Ulama Berulang, Bukan Insiden

Sebelum perusakan Mapolres Ciracas, sekitar 100 orang pengendara sepeda motor melakukan aksi anarkis dengan menghancurkan toko-toko masyarakat dan menghancurkan kendaraan pribadi yang melintas di Jalan Bogor.

Kasus tersebut merupakan akibat dari kecelakaan di jalan yang dialami petugas Ditkumad di depan ruko Arundina pada Kamis (27/8) malam, yang disebut-sebut diserang warga. Namun dari hasil akun saksi dan rekaman CCTV, IM Prada benar-benar terjatuh dengan sendirinya.

Amnesia ringan
Sementara itu, salah satu korban pengeroyokan massal, Sella, mengaku datang ke posko pengaduan, karena suaminya menderita amnesia ringan setelah dipukul. “Saya mau lapor, karena suami saya mengalami luka memar di wajah dan kepalanya. Kemarin juga setelah CT penarikan. Sehingga TNI bisa mengimbangi, ”kata Sella saat ditemui di lokasi.

Saat kejadian, menurutnya, suaminya sedang melewati Jalan Raya Bogor dari rumah kakaknya sekitar pukul 01.00 WIB. Helmnya dipukul sampai patah. Menurut Sella, saat suaminya sampai di rumah, dia tidak mengingat apapun yang pernah dialaminya sebelumnya. Dia mengatakan biaya pengobatannya tidak bisa diklaim melalui BPJS Kesehatan, sehingga dia meminta ganti rugi dengan perkiraan Rp 2,5 juta.

Korban lain, jelas Lenny, pada Sabtu pagi WIB, ia menuju kompleks Polsek Pasar pada Rabu untuk pulang. Namun dalam perjalanannya, ia dihentikan oleh beberapa orang dengan mengendarai sepeda motor. “Depan kiri kanan dan tiba-tiba menabrak kaca spion. Jadi pecah-pecah. Di kiri ada motornya, minta kaca diturunkan dan tidak ada foto atau video,” kata Lenny.

Dia bersyukur karena tidak menderita luka fisik apa pun. Hanya spion mobil yang rusak. Lenny berharap kejadian kelam serupa tidak akan terulang lagi di masa mendatang.