Rumah Sakit Covid-19 Lampung Kiri dengan 234 tempat tidur

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Reihana.

Dari 577 tempat tidur, 343 pasien menggunakan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) Lampung mencatat, dari 36 rumah sakit rujukan Covid-19 (RS) yang tersebar di berbagai daerah, 234 tempat tidur belum digunakan. Dari 577 tempat tidur, digunakan 343 pasien positif Covid-19.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana, mengatakan ketersediaan tempat tidur di 36 RS rujukan Covid-19 terdiri dari 30 tempat tidur dengan ventilator, sedangkan 547 tempat tidur tanpa ventilator.

Dia mengatakan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi dengan ventilator sebanyak delapan orang. Dan di ruangan terisolasi tanpa ventilator 335 orang. Jumlah tempat tidur yang digunakan pasien positif sebanyak 343 tempat tidur.

“Sisa bed yang tidak terpakai, ada 22 ventilator, 212 bed tanpa ventilator, total 234 bed terpakai,” kata Reihana dalam keterangan media di Bandar Lampung, Kamis (12/11).

Reihana yang juga Ketua Dinas Kesehatan Lampung mengatakan, 12 tempat tidur berventilasi di ruang isolasi bertekanan negatif masih ada. Artinya, ada lima RS Abdul Moeloek (Lampung), empat RSUD Dr. Bob Bazar (Kalianda), satu Rumah Sakit Ahmad Yani (Metro), dan dua Rumah Sakit Daerah (Liwa) Alimuddin Umar.

Sedangkan di ruang isolasi umum terdapat 10 tempat tidur berventilasi, yakni lima di RS Abdul Moeloek, dua RS Muh Thohir (Krui), satu RS (Pesawaran), dan dua RSUD (Pringsewu).

Ia mengatakan, kasus positif Covid-19 yang dikonfirmasi meningkat 103 orang dengan total 2.548 orang. Penderita pasca isolasi (sembuh) bertambah 20 menjadi 1.505 orang, dan penderita positif yang meninggal bertambah dua menjadi 110 orang.

Peningkatan jumlah pasien positif sebanyak 103 kasus, tertinggi selama pandemi Covid-19 di Lampung yang tercatat dari 18 Maret hingga 12 November 2020. 103 tambahan terdiri dari 34 kasus baru, hasilnya mendeteksi 69 orang, dirawat oleh enam anggota, dan 97 diisolasi secara mandiri. Dinas Kesehatan Lampung menyatakan kasus terbanyak masih terkendali di Kota Bandar Lampung sebanyak 40 orang. Kemudian Kabupaten Sesaji menjadi 37 orang, Lampung Tengah sembilan orang, Lampung Timur delapan orang, Tanggamus dua orang, dan Lampung Barat satu orang.

Baca:  Pondok Pesantren Babel mendapat bantuan pembangunan sarana dan prasarana