Rencana Sekolah Tatap Muka, Wakil Gubernur DKI: Kami Belum Bahas

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza)

Pemprov DKI Jakarta masih akan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum membahas rencana pelaksanaan sekolah tatap muka pada Juli 2021. Pemprov DKI Jakarta masih memperhatikan perkembangan Covid. -19 kasus di bekas ibukota.

“Kita belum membahas pembukaan sekolahnya, masih lama. Kita lihat dulu perkembangan Covid-nya,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau saat disapa Ariza di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (16/8). 2/3).

Menurut Ariza, saat ini yang terpenting adalah memastikan siswa dapat belajar dengan baik dan dapat menerima materi dari guru. Saat ini kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara online maupun offline.

“Itu jauh lebih penting dari yang kita kira. Jadi kita berikan bantuan pulsa, tambah jaringan WiFi, internet dan lain sebagainya, dan kita minta guru, sekolah untuk terus berinovasi, berkreasi, dengan berbagai cara agar anak lebih mudah mendapatkannya. pendidikan yang bagus, "katanya.

Sementara itu, yang ditegaskan secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, untuk menentukan waktu tatap muka sekolah membutuhkan keputusan bersama dari pihak terkait mulai dari Pemprov DKI hingga lembaga pendidikan. “Ini bukan hanya dinas kesehatan dan tentunya keputusan bersama gubernur sebagai Satgas (Covid-19) dan Forkopimda, instansi terkait, organisasi terkait pendidikan. Termasuk melibatkan IDAI, bagaimana membandingkan angka keseluruhan dengan angka penularan. (virus korona), "kata Widyastuti.

Ia optimistis dengan rencana sekolah tatap muka. Namun, Widyastuti menegaskan, waktu pasti untuk melaksanakan kegiatan ini harus diputuskan bersama.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka dilaksanakan secara nasional mulai semester kedua tahun ini atau tepatnya Juli 2021. Target tersebut berkat vaksinasi lima juta guru, dosen dan pendidik yang merupakan diharapkan selesai pada bulan Juni.

Baca:  Wakil Gubernur: DKI Dukung Pemberantasan Mafia Lahan

Hal itu disampaikan Jokowi saat mengikuti vaksinasi di SMAN 70 Jakarta, Rabu (24/2) lalu. Ia mengatakan, prioritas vaksinasi diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan agar pembelajaran tatap muka dapat dimulai secara tuntas pada awal semester kedua 2021/2022.

“Kita berharap seusai provinsi DKI Jakarta semua provinsi juga melakukan hal yang sama. Karena pendidik, tenaga kependidikan, guru kita utamakan agar di awal semester kedua pendidikan tatap muka bisa mulai kita lakukan. , ”kata Presiden Jokowi.