Rekomendasi Film Bertema Nasionalisme | Republic Online

Menonton film berbumbu nasionalisme bisa jadi cara rayakan Hari Kemerdekaan di rumah (Foto: film Soekarno)

Menonton film yang berbumbu nasionalisme bisa menjadi salah satu cara merayakan Hari Kemerdekaan di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pandemik Covid-19 membatasi perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di luar rumah sebagai sebuah kompetisi. Namun, bukan berarti semangat merayakan kemerdekaan meredup.

Menonton film yang dibumbui kebangsaan bisa menjadi alternatif merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Film dengan tema perjuangan atau nasionalisme secara tidak langsung membangkitkan semangat cinta tanah air. Tidak sedikit orang yang terinspirasi dari kisah pendekar dan melanjutkan perjuangan dengan cara yang berbeda.

Berikut beberapa film yang bisa mengangkat semangat kemandirian menghabiskan 17 tahun di rumah.

Trilogi merah dan putih
"Merah Putih" adalah film trilogi perjuangan rakyat Indonesia melawan Belanda pasca kemerdekaan. Berlatar tahun 1947, film ini bercerita tentang anak muda dari berbagai suku yang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan negara.

Trilogi "Merah Putih" dibintangi oleh Darius Sinathrya (Marius), Donny Alamsyah (Tomas), Rahayu Saraswati (Twilight), Lukman Sardi (Amir), Joe Sims (Sersan De Graffe).

Film pertama "Merah Putih" dirilis pada 2009, setelah sekuel "Darah Garuda" pada 2010 dan "Hati Merdeka" pada 2011.

Soekarno
Film yang menjadi kontroversial ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo pada tahun 2013. Dibintangi oleh Ario Bayu sebagai reporter, "Soekarno" mengisahkan masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Kusno, seorang remaja, sebuah kisah cinta untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Dalam film tersebut juga ditampilkan pidato Soekarno yang membakar semangat nasionalisme, masa pengasingan hingga saat-saat mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia yang membuat perasaan Indonesia terharu.

Jenderal Soedirman
Diluncurkan pada 2015, film karya Viva Westi ini mengisahkan tentang Jenderal Soedirman (Adipati Dolken) yang melawan gerilyawan Belanda meski menderita penyakit paru-paru.

Film tersebut juga menampilkan taktik dan strategi perjuangan Jenderal Soedirman yang menyebabkan Belanda kehabisan logistik dan waktu. Ia pun bersembunyi di balik hutan Jawa untuk melakukan penyerangan.

Guru Bangsa Tjokroaminoto
Diluncurkan pada tahun 2015, "Guru Bangsa Tjokroaminoto" bercerita tentang Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto yang berperan besar di masa awal kemerdekaan Indonesia. Disini diperlihatkan perjuangan Tjokroaminoto yang menyadarkan rakyat untuk merebut kemerdekaan.

Saat itu pendidikan masih minim, masyarakat miskin ada dimana-mana dan belum ada sekolah untuk masyarakatnya. Tjokroaminoto juga mendirikan organisasi Sarekat Islam untuk melakukan aksi dan sosialisasi dengan tujuan melibatkan masyarakat dalam mengejar kemerdekaan.

Baca:  Produksi Film Dilarang Menggunakan Prasmanan

"Guru Bangsa Tjokroaminoto" dibintangi oleh Reza Rahardian (Tjokroaminoto), Alex Abbad (Abdullah), Putri Ayudya (Soeharsikin), Maia Estianty (Bu Mangoenkoesoemo), Didi Petet (Haji Hasan), Chelsea Islan (Stella) dan lain-lain. Film ini juga disutradarai oleh Garin Nugroho.

Kartini
Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini merupakan biografi RA Kartini yang memperjuangkan persamaan hak bagi perempuan, khususnya di bidang sosial dan pendidikan.

Kartini yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo tumbuh besar menyaksikan ibu kandungnya, Ngasirah, yang dibuang di rumahnya sendiri. Kartini adalah seorang keturunan bangsawan sehingga memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

Ia lantas menulis surat dalam upaya memberikan lapangan kerja dan kesetaraan bagi perempuan di Jepara. Selain Dian Sastro, film yang rilis tahun 2017 ini juga dibintangi oleh Acha Septriasa dan Ayushita.

Upah
Film yang merupakan biografi pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya", Wage Rudolf Soepratman, dirilis pada tahun 2017. Lagu tersebut pertama kali diumumkan pada 28 Oktober 1928 pada Kongres Pemuda ke-2 yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Dalam pembuatannya, lagu "Indonesia Raya" merupakan wujud dari kebangkitan kesadaran pemuda Indonesia dalam memerangi penjajah. Semangat itulah yang membuat Wage berani meninggalkan segala kemewahan yang didapatnya di Makassar dan kembali ke Jawa.

Upah kemudian aktif dalam gerakan kemerdekaan dan menjadi jurnalis sebagai suara untuk rakyat. Film tersebut juga menampilkan Wage yang merasa ditahan oleh Belanda karena terlalu berisik dan sampai akhir hayatnya menderita penyakit paru-paru.

Film yang disutradarai oleh John De Rantau ini dibintangi oleh Rendra Bagus Pamungkas dan Prisia Nasution.

Berburu
Film yang diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer dengan judul yang sama ini berkisah tentang enam bulan setelah kegagalan PETA melawan Jepang. Hardo (Adipati Dolken) diburu oleh tentara Jepang karena dianggap dalang pemberontakan.

Dalam pengejaran sehari semalam sebelum proklamasi kemerdekaan, sebuah drama perjuangan terkuak. Kekejaman Jepang, pengkhianatan terhadap ayah dan tunangannya tidak menghalangi Hardo untuk mendapatkan kemerdekaan.

Rilisan 2019 ini disutradarai oleh Richard Oh dan dibintangi oleh Ayushita, Ernest Samudra, Khiva Ishak, dan Michael Kho.

sumber: Antara