Program Sertifikasi Dai Dibahas dengan MUI, Organisasi, dan BPIP

Program Sertifikasi Dai Dibahas dengan MUI, Ormas, dan BPIP. Foto: Ilustrasi Penceramah

BPIP, MUI, dan Ormas terlibat dalam program sertifikasi Dai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Umat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan, program sertifikasi dai masih dalam proses penyusunan draf final. Dia mengatakan program tersebut akan selesai minggu ini.

Dalam prosesnya, Kamaruddin mengatakan Kementerian Agama melibatkan berbagai pihak. “Kita ngobrol dengan banyak pihak. Misalnya MUI dan ormas, termasuk BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila),” ujarnya dalam pesan elektronik kepada Republika.co.id, Rabu (12/8).

Dikutip dari situs Kementerian Agama, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, program sertifikasi dai akan segera diluncurkan. Hal tersebut disampaikan Menag saat meninjau Masjid Safinatul Ulum di kampus UIN Raden Intan Lampung. “Pada kuartal ketiga ini, Kementerian Agama akan mengadakan program dai bersertifikat.

Menteri Agama mengatakan hal itu sudah dibahas bersama dalam rapat dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. “Perlu ada dai bersertifikasi yang mendoakan keberkahan Islam lil alamin. Masjid bisa diisi dai untuk menyampaikan Islam yang damai dan toleran,” lanjutnya.

Fachrul juga mengatakan, program penceramah atau dosen bersertifikat tidak mengikat. Program ini bisa diikuti bagi dosen yang ingin mengikuti program tersebut. Bagi yang tidak mau berpartisipasi tidak ada paksaan

Ia berharap masjid tidak hanya menjadi alat untuk menyebarkan keimanan dan ketakwaan. Masjid bisa dijadikan alat untuk memperkuat kerukunan bangsa. “Masjid itu tempat ibadah sekaligus simbol kerukunan. Dari masjid kita juga bisa membahas masalah kerukunan, saling menghormati, dan mengembangkan Islam rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Baca:  DPP PUI KH Ahmad Sanusi Nilai Usulkan Gelar Pahlawan