Polisi masih menunggu kesehatan Hadi Pranoto pulih

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus

Hadi Pranoto dua kali membatalkan pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus berita palsu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyidik ​​Polda Metro Jaya masih berkoordinasi dengan tim hukum Hadi Pranoto (HP) untuk melakukan penyidikan atas dugaan menyebarkan berita bohong atau penipuan atas klaim penemuan jamu Covid-19. Rencananya penyidik ​​akan memeriksa Hadi Pranoto pekan depan.

“Koordinasi terakhir kita dengan tim penasehat hukum terkait masih kurang sehat kakak HP. Semoga minggu depan (bisa dicek),” kata Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9).

Yusri mengatakan, polisi masih menunggu kabar dari tim hukum terkait kondisi kesehatan Hadi Pranto. Menurut dia, jika Hadi dinyatakan sehat, penyidik ​​akan segera melakukan pemeriksaan.

“Kami masih menunggu,” tambah Yusri.

Sementara itu, Hadi Pranoto membatalkan pemeriksaannya sebagai saksi pemberitaan kasus ini karena sakit. Gugatan pertama dilakukan pada Kamis (13/8).

Namun, Hadi Pranoto tidak menjawab panggilan polisi dengan alasan sakit. Hal itu dibuktikan dengan surat yang diberikan tim kuasa hukum Hadi Pranoto kepada polisi yang menyatakan kliennya sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Gugatan kedua dilakukan pada Senin (24/8). Saat itu, Hadi Pranoto sempat mendatangi Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan interogasi. Namun ditunda lagi dengan alasan Hadi masih sakit. Hadi juga diketahui pernah memeriksakan kondisi kesehatannya ke Dinas Dokter dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, pengacara sekaligus Ketua Asosiasi Siber Indonesia, Muanas Alaidid, melaporkan pemilik akun Youtube @Duniamanji dan Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8) malam. Keduanya diduga melakukan tindak pidana ITE dan / atau menyebarkan berita bohong (penipuan).

Laporan tersebut terkait dengan video kedua yang membahas penemuan obat herbal untuk virus corona (Covid-19). Laporan tersebut diterima polisi dan didaftarkan di LP / 4358 / VIII / YAN.2.5 / 2020 / SPKT PMJ pada 3 Agustus 2020.

Baca:  Orang Yang Terlibat Tumpahan Minyak Dapatkan Kompensasi