PHRI: Program Vaksinasi Belum Mampu Meningkatkan Tamu Hotel

Petugas menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada penerima vaksin berkostum tokoh wayang orang saat vaksinasi COVID-19 tahap kedua di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/2/2021). Penggunaan kostum tokoh wayang orang tersebut sebagai kampanye dukungan terhadap program vaksinasi COVID-19 dari pemerintah.

Situasi ini dapat dibenarkan mengingat program vaksin masih dalam tahap awal.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta menyatakan program vaksinasi Covid -19 belum mampu meningkatkan kunjungan hotel di Solo Raya. Mulai hotel di Semarang dan Yogyakarta, "kata Humas PHRI Solo Sistho A Srestho di Solo, Minggu (7/3).

Ia mengatakan kondisinya normal karena program vaksin masih dalam tahap awal. Padahal, kata dia, tingkat hunian hotel di Solo masih di kisaran 20-30 persen.

Menurut dia, terjadi peningkatan okupansi dari Januari hingga Februari seiring dengan peningkatan aktivitas pemerintahan menjelang bulan Ramadhan. “Memang ada kenaikan tapi ini lebih karena kejadian dari pemerintah karena ini sebulan terakhir sebelum Ramadhan. Biasanya pemerintah memperketat kejadian selama bulan itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta mencatat tingkat hunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Solo pada Januari 2021 rata-rata sebesar 23,20 persen. Angka tersebut secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 10,91 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 34,11 persen.

Ketua BPS Surakarta Totok Tavirijanto mengatakan TPK diturunkan pada klasifikasi hotel bintang 4+, turun 13,94 poin. Sedangkan TPK tertinggi tercatat sebesar 27,29 persen untuk hotel bintang 2. Selanjutnya TPK terendah hotel bintang 3 hanya mencapai 17,54 persen. Dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, TPK hotel bintang 3 hanya TPKnya sebesar 17,54 persen. hotel pada Januari 2021 rata-rata turun 24,61 poin, ”ujarnya.

Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada bulan Januari 2021 mencapai 1,31 malam. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,03 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai pukul 1.34 WIB. “Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang adalah 1,47 malam di hotel 4+. Paling rendah terjadi pada hotel bintang 1 yaitu 1,14 malam,” ujarnya.

Baca:  Pembatasan Pedagang Non Vaksin, Pemerintah Kota: Menunggu Pembahasan Parlemen

sumber: antara