Penyidik ​​Kasus Pelecehan Staf Medis di Bandara

Protokol kesehatan Covid-19 di Bandara Soekarno Hatta.

Penyidik ​​memanggil PT Kimia Farma dan IDI untuk dimintai keterangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Polda Metro Jaya terus mengusut kasus dugaan penipuan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh petugas medis serba cepat berinisial EF yang ditugaskan di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soeta). Hari ini, Kamis (24/9) penyidik ​​memanggil PT Kimia Farma dan Ikatan Doktor Indonesia (IDI) untuk dimintai keterangan.

“Hari ini kami rencanakan untuk memeriksa penanggung jawab uji kecepatan di Terminal 3 Bandara Soeta, dalam hal ini PT Kimia Farma,” kata Kabag Humas Kombes Pol Polda Metro Jaya Yusri Yunus saat ditemui di Kompleks Polda Metro Jaya. Jakarta Selatan, Kamis (24/9).

Menurut Yusri, PT Kimia Farma sendiri telah melakukan tindakan tegas dengan memberhentikan atau memberhentikan EF. Kemudian PT Kimia Farma juga mengecek keberadaan EF di kosnya tapi dia tidak ada. Kemudian diperiksa di tempat keluarganya, tetapi juga ditemukan. Jadi, penyidik ​​juga sedang mengejar EF.

“Mudah-mudahan yang bersangkutan bisa dimintai pertanggungjawaban datang ke kantor polisi. Kami berharap yang bersangkutan bisa dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya,” kata Yusri.

Sedangkan terkait gugatan IDI, penyidik ​​ingin memastikan tersangka EF adalah dokter atau bukan. Oleh karena itu, sejauh ini informasi tentang status EF sebagai dokter masih belum jelas. Oleh karena itu, untuk mengetahui secara pasti, penyidik ​​sedang menggali informasi dari IDI.

Terkait tindakan gangguan EF, Yusri mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk dari rekaman CCTV bandara. Memang dari rekaman CCTV, EF dan para korban sama-sama berada sangat dekat.

“Kami masih menyelidiki keterangan saksi-saksi di sana. Kalau ada, kami akan terpancang dengan Pasal 294,” jelas Yusri.

Baca:  Polisi masih menunggu kesehatan Hadi Pranoto pulih