Penobatan Sultan Sepuh XV Keraton Cirebon dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus

Penobatan Sultan Sepuh XV Keraton Cirebon Digelar 30 Agustus (ilustrasi).

PRA Luqman Zulkaedin adalah anak dari Sultan Sepuh XIV.

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON – Keraton Kasepuhan Cirebon akan melaksanakan Jumenengan (penobatan) Keraton Kasepuhan Sultan Sepuh XV Cirebon, PRA Luqman Zulkaedin. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan 40 tahun wafatnya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat.

Acara ini akan digelar di Keraton Kasepuhan Cirebon pada Minggu 30 Agustus 2020 mendatang, kata Muhammad Akbar, menantu Sultan Sepuh IV, kepada Republik, Kamis (27/8).

PRA Luqman Zulkaedin adalah putra Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, yang sebelumnya dinobatkan sebagai putra mahkota Istana Kasepuhan di Cirebon.

Sementara itu, kerabat dan pendukung Istana Kasepuhan di Cirebon, R Dan Bildansyah mengungkapkan, pengangkatan PRA Lukman sebagai Sultan Sepuh XV sesuai dengan adat istiadat dalam menentukan siapa yang berhak mewarisi tahta sebagai Sultan di Istana Kasepuhan Cirebon.

Bildansyah menyatakan, PRA Lukman berhak mewarisi tahta peninggalan ayahnya, PRA Arie Natadiningrat. “Ada yang menentang atau menolak, tentu boleh saja asalkan keberatan atau penolakan itu dilakukan dalam koridor hukum,” kata Bildansyah.

Bildansyah yakin mereka yang menolak atau menentang penunjukan PRA Lukman sebagai Sultan Sepuh XV tidak akan melakukan tindakan ilegal. Seperti, memaksakan kehendak dengan cara yang anarkis. “Jika dilakukan dengan cara seperti ini, tentu akan menimbulkan risiko hukum yang serius,” kata Bildansyah.

Bildansyah juga mempercayakan penuh prosesi pengangkatan Sultan Sepuh XV kepada aparat keamanan. Ia berharap tidak ada gangguan yang berpotensi menimbulkan masalah, kerusakan, atau bentuk pelanggaran hukum lainnya.

Baca:  Kasus Terus Meningkat, Pemantauan Protokol Kesehatan Diperketat