Penjualan Mobil Bekas Masih Meningkat Hingga Akhir Tahun

Pedagang mengamati mobil bekas yang dijualnya di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, Rabu (23/9/2020). Pedagang mobil bekas setempat menolak usulan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen yang diajukan Kementerian Perindustrian ke Kementerian Keuangan karena dapat menyebabkan harga mobil bekas di pasaran turun drastis.

Liburan yang dipersingkat berpotensi untuk pasar mobil bekas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penjualan mobil bekas hingga akhir tahun 2020 diperkirakan akan meningkat meski pemerintah memangkas libur Natal dan Tahun Baru. Libur panjang 11 hari yang semula dipotong menjadi delapan hari dengan 28-30 dinyatakan sebagai hari kerja.

Manajer Pemasaran Penjualan Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, mengatakan pengurangan libur akhir tahun tidak akan mengganggu penjualan mobil bekas.

Di sisi lain, kata dia, diskon liburan akhir tahun sangat diharapkan untuk penjualan mobil bekas karena konsumen cenderung berlibur dalam waktu dekat. (perjalanan singkat) gunakan mobil.

“Itu harapan yang tepat, karena libur dipersingkat, ada kemungkinan masyarakat membutuhkan kendaraan pribadi untuk perjalanan singkat. Liburan singkat naik mobil bersama keluarga memang menyenangkan. meningkatkan mobil misalnya dari city car hingga MPV bekas, "kata Herjanto Kosasih melalui telepon, Jumat (4/12).

Bahkan, dia memprediksi kenaikan penjualan mobil bekas hingga akhir tahun ini di WTC Mangga Dua berbekal penjualan positif pada November 2020. Jika rata-rata penjualannya 1.000 unit per bulan saat pandemi COVID-19, November akan terjual 1.800 unit.

“Harapannya hingga akhir tahun ini bisa mencapai 2.000 unit,” kata Herjanto.

Ia mengatakan, jenis mobil yang akan diburu akhir tahun ini adalah Low MPV karena kapasitasnya yang besar dan harganya yang tidak terlalu tinggi. Ia mengatakan model populer seperti Avanza, Xenia dan Xpander adalah jenis mobil yang paling banyak dicari.

“Iya sesuai fungsinya saat musim liburan. Untuk fun ride pakai mobil yang sangat cocok bisa berkunjung ke keluarga, bawa keluarga juga,” kata Herjanto.

Selain itu, minimnya peluncuran mobil baru merupakan berkah terselubung karena konsumen memiliki pilihan untuk melirik mobil bekas.

Baca:  Beli Mobil Pakai Bitcoin Sudah Dilakukan Sejak 2015

“Bagi yang ingin meng-upgrade mobilnya, pilihannya begini. Lagipula belum ada peluncuran mobil baru, jadi peluang untuk mobil bekas terlihat sekilas,” tutup Herjanto.

sumber: antara