Penjelasan RS PKU tentang Wafatnya Pengasuh Ponpes Krapyak

RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Almarhum sempat dirawat di ruang isolasi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA —  Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, KH Atabik Ali meninggal saat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Almarhum meninggal sekitar pukul 12.25 WIB, Sabtu (6/2). 


Direktur RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Mohammad Komarudin mengatakan, almarhum sempat dirawat di ruang isolasi Covid-19. Namun, Komarudin enggan menyebut penyebab wafatnya almarhum dikarenakan terinfeksi Covid-19 atau tidak. 


“Dirawat di ruang isolasi, di ruang ICU (penanganan) Covid-19. Tidak usah disebut Covid-19, dirawat di ruang ICU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Tapi saya tidak menyebut almarhum sakit Covid-19, karena enggak enak,” kata Komarudin saat dikonfirmasi Republika, Sabtu (6/2) malam. 


Komarudin menyebut, almarhum dirawat di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta sejak 2 Februari 2021 lalu. Ia menuturkan, KH Atabik Ali juga tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta). “Usia beliau yang sudah masuk usia lanjut,” ujarnya. 


KH Atabik Ali wafat dalam usia 77 tahun. Jenazah almarhum diberangkatkan dari RS PKU Muhammadiyah ke tempat persemayaman di Pondok Pesantren Krapyak pada pukul 1.00 WIB.


Almarhum, katanya, dijemput keluarga dan diantar menggunakan mobil jenazah. Penanganan jenazah almarhum juga dilakukan sesuai protokol Covid-19.  “Diambil keluarga, tapi dengan protokol Covid-19 diantar. (Jenazah) Ditangani seusai dengan protokol Covid-19,” jelasnya. 

Baca:  Pemberitahuan Minggu Ketiga, Seismisme Merapi Terus Meningkat