Pengadilan Negeri Jambi Gelar Sidang Pembajakan Film Pinus Keluarga

Poster film Keluarga Cemara.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (4/2) pekan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI – Sidang pembajakan rumah produksi film Keluarga Cemga karya Visinema Pictures bersama terdakwa Aditya Fernando, warga Jambi, digelar di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (28/1), dengan dihadiri para peserta sidang. agenda mendengarkan saksi dari rumah produksi. Tergugat Aditya Fernando menjarah film keluarga yang ia distribusikan melalui website yang menyediakan streaming film Duniafilm21.

Atas tindakannya tersebut, website yang dijalankan oleh terdakwa dilaporkan oleh Visinema. Tergugat sebagai pengelola harus berhadapan dengan hukum.

Terdakwa Aditya duduk di kursi kesakitan karena perbuatannya. Gambar visinema secara material dan tidak merugikan secara material.

Manajer Distribusi PT Visinema Pictures Putro Mas Gunawan sebagai jurnalis bersaksi di persidangan di Pengadilan Negeri Jambi.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Arfan Yani, Putra menemukan puluhan situs streaming ilegal yang menayangkan film-film produksi Visinema, salah satunya Duniafilm21.

"Awalnya ada yang bilang ada film yang disita. Lalu saya googling (mencari dengan mesin pencari Google). Setelah googling, kami menemukan puluhan situs yang menayangkan film kami secara ilegal," kata Putro.

Dengan penemuan tersebut, pihaknya melaporkan situs tersebut ke polisi. “Soal terdakwa, tahukah Anda terdakwa memiliki situs ilegal? Tanya jaksa di Kejaksaan Negeri Jambi, Hariyono.

“Sebelumnya saya tidak tahu. Sekarang setahu saya Duniafilm21. Penyidik ​​tahu itu,” kata saksi.

“Film apa yang disita? Tanya jaksa lagi.

"Keluarga Pine," jawab saksi.

Akibat penyitaan tersebut, kata saksi, Visinema dirugikan secara material dan bukan material. Idealnya, pihak ketiga yang ingin menayangkan film milik Visinema harus memiliki izin dan kontrak.

"Seberapa sering kontrak dengan pihak ketiga? Tanya jaksa.

Baca:  Lima Staf Bank Pasam Barat Covid-19 Positif

“Antara 200.000 sampai 500.000 dollar AS,” jawab saksi tersebut.

Mengenai keuntungan yang diklaim oleh tergugat, JPU menanyakan apakah website yang dijalankan oleh terdakwa berisi iklan atau tidak. Saksi mata mengatakan bahwa selama pencarian, dia menemukan iklan di situs web yang menampilkan film Visinema.

Di akhir persidangan, hakim membenarkan keterangan saksi kepada terdakwa. "Pernyataan saksi, benar, salah, atau Anda tidak tahu? Tanya hakim.

“Saya tidak tahu Yang Mulia,” kata terdakwa yang tidak didampingi kuasa hukumnya.

Sidang ditunda hingga pekan depan, Kamis (4/2), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

sumber: Antara