Pemerintah Kabupaten Bogor Siap Perluas Ujian PCR WNI Positif Covid

Petugas melakukan tes usap kepada pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/11).

Satuan Tugas Operasi Covid-19 akan lebih besar dalam pelacakan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menambah jumlah ujian reaksi berantai polimerase (PCR) untuk meningkatkan penanganan populasi yang terpapar Covid-19.

"Masih ada lagi (uji PCR)," kata Irwan Purnawan, juru bicara Satgas Kabupaten Covid-19 Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (2/11).

Untuk mendukung pelaksanaan tes PCR tambahan, maka Gugus Tugas Penanganan Covid-19 akan lebih besar dalam melakukan pendeteksian masyarakat di daerah yang erat kaitannya dengan pasien positif Covid-19. "Intinya kami akan terus berbuat lebih banyak mendeteksi (cari), "kata Irwan.

Pemerintah Kabupaten Bogor belum mampu memenuhi target Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan ujian PCR, meski sudah memasuki bulan kesembilan wabah Covid-19. Jadi petunjuknya satu persen dari jumlah penduduk. Itu tujuan yang harus kita capai, kata Irwan.

Sejak merebaknya penyakit hingga 30 November 2020, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor telah melakukan uji PCR terhadap 54.576 spesimen hasil uji usap. Artinya, kata dia, masih perlu dilakukan 5.424 tes PCR untuk memenuhi target satu persen populasi atau 60 ribu tes PCR.

Artinya kalau target kita 60 ribu, maka sampel yang harus kita uji hanya 5.424 yang harus kita uji untuk memenuhi target Pemprov Jabar, kata Irwan yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor (Diskominfo).

Belakangan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terkendala beberapa perangkat PCR-nya yang tidak bisa berfungsi akibat keterbatasan cairan untuk mendeteksi virus atau virus. reagen.

Baca:  Pasien Covid-19 yang dirawat di RS Swasta cenderung menurun