Pemerintah Jakarta Selatan sedang melakukan penggalian di Sungai Krukut

[Ilustrasi Pengerukan Kali Krukut]

Sub-SDA Jakarta Selatan percepat pengerukan Sungai Krukut untuk minggu berikutnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Petugas Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Selatan mengeruk Sungai Krukut untuk mengantisipasi banjir. Sub-SDA Jakarta Selatan mempercepat pengerukan Kali Krukut untuk minggu depan.

Insya Allah minggu ini pengerukan sungai Krukutdi di sekitar Cilandak sudah selesai kita kerjakan, kata Kasudin SDA Jakarta Selatan, Mustajab, Kamis (29/10).

Dia mengatakan, pengerukan Sungai Krukut di Cilandak akan dimulai Kamis, 8 Oktober dan diharapkan selesai pada awal November 2020. Lokasi pengerukan tersebut berada di dekat Kompleks Perumahan Bangun Cipta Sarana, Kemang Selatan XII dengan jalur pengerukan sepanjang 500 meter.

“Kami melakukan pengerukan di kawasan hilir Sungai Krukut di Kompleks Perumahan Bangun Cipta Sarana hingga perbatasan Jembatan Kemang Selatan XII,” kata Mustajab.

Menurut Mustajab, pengerukan awal dilakukan di lokasi karena akses ke Kali Krukut masih terbuka, belum banyak bangunan yang menghalangi sehingga alat berat SDA bisa diturunkan ke dasar sungai. Sub-SDA Jakarta Selatan menurunkan tiga unit alat berat yang terdiri dari dua mini amphibious digger dan satu spider digger.

“Karena akses menuju komplek perumahan Bangun Cipta Sarana kosong, ada lahan berkebun dan akses mudah untuk bongkar peralatan, maka kami mulai mengeruk disini,” kata Mustajab.

Menurut Mustajab, sejak pengerukan Sungai Krukut di ruas Cilandak terjadi perubahan yang cukup signifikan, seperti kedalaman sungai yang 1,5-2 meter menjadi tiga meter, dan lebar sungai yang kini empat meter kini menjadi delapan meter. Warga merasakan dampak besar pengerukan di hilir Sungai Krukut.

Biasanya bila ada drainase air dari daerah hulu seperti Depok, kawasan pemukiman di Perumahan Bangun Cipta Sarana sering terendam air setinggi 40 cm. “Kemarin saya bertemu Pak RW dan tokoh masyarakat setempat, katanya setelah pengerukan, air yang dikirim ke kawasan perumahan turun, biasanya 40 cm, sekarang tinggal 10-15 cm,” kata Mustajab.

Baca:  Pleno APBDP Bogor Hampir Pagi ini

Pengendapan

Menurut Mustajab, Sungai Krukut yang membentang di kawasan Jakarta Selatan sepanjang sekitar 16 km membutuhkan pengerukan, karena kondisi sungai sebagai sungai alami sudah mengalami sedimentasi. Upaya pengerukan Kali Krukut terhambat lokasi, karena sudah banyak bangunan yang berdiri di tepian sungai sehingga alat berat Sudin SDA kesulitan untuk masuk ke sungai.

Sejumlah daerah yang sering terkena banjir akibat luapan Sungai Krukut antara lain Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Jalan Kemang Selatan X, Jalan Pondok Jaya, Jalan Pulo Raya di Kelurahan Petogokan. “Hampir seluruh Sungai Krukut yang mengalir dari Depok hingga perbatasan Jakarta Pusat membutuhkan kapal keruk, khususnya di Petogokan, namun aksesnya terbatas karena banyak bangunan di sepanjang sungai,” kata Mustajab.

sumber: Antara