Pemeriksaan Ketat Masih Berlangsung di Perbatasan Sumatera Utara-Aceh

Petugas memeriksa pengendara yang memasuki wilayah Kabupaten Aceh Barat di jalan perbatasan Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat, Kecamatan Meureubo, Aceh, Jumat (10/4/2020). Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperketat pemeriksaan kesehatan dan pendataan kependudukan di jalur masuk kabupaten sebagai upaya mencegah lebih dini penyebaran COVID-19

Pemeriksaan perbatasan Aceh-Sumatera Utara dilakukan 24 jam

REPUBLIKA.CO.ID, Meulaboh – Pemeriksaan suhu tubuh setiap pendatang baru akan memasuki Provinsi Aceh di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara melalui pesisir barat daya Aceh, hingga kini masih diperketat untuk memutus rantai Covid-19 di Aceh.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan. Semua penumpang yang masuk ke Aceh melalui Subulussalam, masih kami periksa tanpa ada pengecualian,” kata Kapolres AKBP Qori Wicaksono, Kamis (20/8).

Menurut dia, pemeriksaan ini juga bertujuan untuk memastikan tidak ada penumpang atau warga yang masuk ke Aceh yang diduga terinfeksi virus corona (Covid-19). Selain itu, tujuannya untuk memutus mata rantai penularan virus di masyarakat lokal di Aceh dari pendatang yang berasal dari zona merah tersebut.

Ia menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan di timbang Domba milik Pemerintah Aceh, dilakukan selama 24 jam dengan menempatkan sejumlah tenaga kesehatan, dibantu TNI, Polri, dan petugas dari dinas komunikasi setempat.

Intinya kita masih melakukan pemeriksaan terutama suhu tubuh, tapi bagi warga yang ingin masuk ke Kota Subulussalam sebaiknya dilakukan isolasi gratis selama 14 hari, katanya.

sumber: Antara

Baca:  Polisi Menangkap Sopir Truk, Tersangka Pelecehan Anak