Pemberitahuan Minggu Ketiga, Seismisme Merapi Terus Meningkat

Aktivitas hembusan asap putih Gunung Merapi terlihat di wilayah Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (16/11/2020). Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) per enam jam pada pukul 06.00 WIB - 12.00 WIB terjadi 21 gempa guguran, 16 kali gempa hembusan, 65 kali fase banyak dan 12 kali gempa vulkanik dangkal.

BPPTKG menyebut gempa Merapi mengalami peningkatan dibanding pekan lalu

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi sudah bersiaga (level III) sejak dimulainya pada 5 November 2020. Memasuki pekan ketiga, aktivitas gempa Gunung Merapi terus meningkat setiap minggunya, termasuk selama periode 20 hingga 26 November 2020.

Kepala Pusat Riset dan Teknologi Bencana Geologi Hanik Humaida mengatakan, gempa vulkanik dangkal sebanyak 277 gempa, gempa multi fase 2.464, empat gempa frekuensi rendah, 340 tanah longsor, 541 angin kencang, dan 9 gempa tektonik.

"Besaran gempa pekan ini lebih tinggi dibanding pekan lalu," kata Hanik, Jumat (27/11).

Secara visual, cuaca di sekitar Gunung Merapi cerah pada pagi hari, berkabut pada siang dan malam hari. Teramati asap putih, ketebalan tipis dari tekanan lemah hingga sedang, dan tinggi asap maksimum 750 meter dari Pos PGM Babadan pada 26 November 2020.

Aborsi tergelincir satu kilometer di sektor barat menuju hulu Kali Lamat pada 22 November. Analisis puncak sektor tenggara tanggal 26 November tanggal 19 November menunjukkan perubahan morfologi, runtuhnya sebagian kubah lava 1954.

Deformasi yang dipantau menggunakan EDM minggu ini menunjukkan tingkat pemendekan 11 sentimeter per hari. Terjadi hujan di Pos PGM dengan intensitas curah hujan tertinggi 48 milimeter per jam selama 55 menit di Babadan pada 26 November 2020.

“Tidak ada laporan lahar atau aliran tambahan di sungai yang berasal dari Gunung Merapi,” kata Hanik.

Ia mengingatkan potensi bahaya di jalur tersebut masih berupa longsoran lahar, letusan gunung api jika terjadi ledakan dan awan panas maksimal 5 kilometer. Karenanya, seluruh elemen masyarakat diminta tetap tenang sambil tetap waspada.

Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten diminta mempersiapkan segala sesuatu terkait mitigasi bencana akibat erupsi Merapi yang bisa terjadi kapan saja. Penambangan di hulu sungai di Merapi pada KRB III disarankan dihentikan.

Selain itu, Hanik mengingatkan wisatawan untuk tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi, termasuk kegiatan pendakian ke puncak. Masyarakat juga diharapkan mengetahui bahaya lahar, terutama saat hujan turun di sekitar Merapi.

“Jika ada perubahan signifikan pada aktivitas Gunung Merapi, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau,” kata Hanik.

Baca:  Magelang Menutup Semua Destinasi Wisata di Kawasan Merapi