Pemberdayaan Petani Memulihkan Ekonomi Secara Efektif Selama Wabah

Pemberdayaan Peternak Efektif Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi (ilustrasi).

Upaya untuk menciptakan iklim sirkulasi yang terpusat.

REPUBLIKA.CO.ID,KESIMPULAN – Akademisi Institut Islam Al-Khairat (IAN), Pamekasan, Jawa Timur Matnin, M.EI menilai kebijakan pemerintah untuk mendorong pemberdayaan peternak unggas lokal di daerah efektif dalam menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di tengah wabah Covid-19 saat ini.

“Perlu upaya yang terus menerus, saling terkait, dan saling menguntungkan untuk memperkuat perekonomian yang belakangan melemah akibat pandemi Covid-19,” ujarnya, Selasa (9/1), menanggapi kebijakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang meminta pengusaha restoran dan kuliner memberdayakan. peternak unggas lokal di wilayah tersebut.

Matnin menilai, kebijakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang meminta pengusaha restoran dan kuliner membeli ayam dari peternak unggas lokal di Pamekasan merupakan upaya untuk menciptakan iklim sirkulasi yang terpusat yang pada akhirnya berdampak pada daya beli masyarakat sekitar.

Lebih lanjut Dosen Ekonomi Islam Fakultas Syariah IAI Al-Khairat mengatakan bahwa upaya yang berkesinambungan, saling berhubungan dan saling membantu merupakan salah satu penunjang dalam mengembangkan dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Mantan Ketua Bidang Komunikasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan ini memaparkan argumennya tentang teori pembangunan berkelanjutan, yaitu teori pertumbuhan ekonomi dalam konsep pembangunan.

Gagasan utama dalam teori ini menyatakan, bahwa pengelolaan potensi yang terintegrasi antar elemen yang saling menguntungkan merupakan pemicu dalam memperkuat dan menggerakkan perekonomian, disamping kemampuan dan manajemen yang memadai.

Hanya komitmen atau niat masing-masing elemen untuk saling membantu berdasarkan kesepakatan yang saling menguntungkan yang harus dibangun dengan kuat, sehingga kedua belah pihak akan merasa saling menguntungkan.

Penguatan di masing-masing kelompok juga penting dilakukan, karena hal ini akan menjadi pendorong dalam kerjasama, sehingga para pihak dapat bekerja sama, tidak hanya atas nama sendiri, tetapi juga kelompok atau komunitas partai.

“Jika tekanan ada di pihak rumah makan dan operator kuliner, maka di sisi petani ada petani, dalam hal ini masyarakat petani atau disebut perkumpulan petani di Pamekasan,” ujarnya.

Selain itu, penting juga untuk mempersiapkan data dasar penawaran dan permintaan secara cermat, karena keseimbangan keduanya akan berupa harga jual dan harga beli yang seimbang dan wajar, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. .

“Banyaknya operator restoran dan operator kuliner di Pamekasan yang harus membeli ayam ke daerah lain untuk kebutuhan menu makanannya, karena ketersediaan ayam di luar Pamekasan banyak, sedangkan di sini lebih sedikit,” ujarnya.

Oleh karena itu, lebih lanjut, selain penting untuk mendata potensi, juga perlu dilakukan komunikasi antara jumlah kebutuhan dan barang yang tersedia, sehingga dengan cara demikian penawaran dan permintaan akan seimbang yang pada akhirnya akan menghasilkan harga yang seimbang.

“Dinas atau instansi terkait di Pamekasan perlu memediasi agar kebijakan yang dikeluarkan tidak hanya di tataran ide, tapi lebih feasible,” ujar dosen yang juga pengurus Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah Pamekasan (Lazismu) ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Pamekasan Achmad Sjaifudin telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Pamekasan dan Kepala Pasar Tradisional yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Dalam Surat Edaran: 050/385 / 432.322 / 2020 tentang Penggunaan Produk Peternak Ayam Lokal, tertanggal 27 Agustus 2020, Dinas Perindustrian dan Perdagangan meminta para pelaku usaha restoran dan kuliner untuk menggunakan ayam dari peternak unggas lokal untuk menyajikan menu makanan olahan daging.

Selain untuk mendukung program cinta produk lokal yang telah dicanangkan pemerintah pusat, program ini juga bertujuan agar program Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Raja sukses dengan berbelanja di toko-toko terdekat.

“Bagi kami, gerakan pemerintah pusat dan gerakan yang dicanangkan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tentang gerakan belanja di toko-toko tetangga sangat efektif. Selain memiliki nilai ekonomi, ada juga nilai kemanusiaan, yaitu menjaga tetangga kami,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, Achmad yang di era pandemi Covid-19 merasa bangga dengan kepala tetangganya, atau menggunakan produk lokal lebih aman daripada harus berbelanja di luar daerah.

“Jadi, imbauan untuk menggunakan ayam lokal juga bagian dari upaya pencegahan Covid-19, selain memiliki nilai ekonomis,” ucapnya.

Namun menurut Dosen Islam IAI IAI Al-Khairat Matnin, M.IE, kebijakan baik Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam upaya menghidupkan kembali perekonomian masyarakat yang sempat melemah akibat Covid-19, juga perlu dikomunikasikan dengan instansi lain, seperti dinas peternakan dan pertanian.

“Sebab, dengan upaya bersama dan melibatkan dinas-dinas lain, serta kelompok lain juga akan semakin padu dan kuat, dan yang jelas tembakau juga akan semakin kuat,” jelasnya.

Baca:  Lebih dari 22 Warga Positif Covid-19 di Kota Malang