Pelanggaran Prokes, Pelaku Bisnis Sleman Baca Disancsi Pancasila

Pelanggar protokol kesehatan. Ilustrasi

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Satpol PP Kabupaten Sleman terus melakukan patroli aktif sepanjang pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Terbatas (PTKM). Makan adalah salah satu lokasi di mana pelanggaran protokol kesehatan paling sering terjadi.

Giat sendiri menyasar sejumlah pelaku usaha perorangan. Plt. Ketua Satpol PP Kabupaten Sleman, Susmiarto mengatakan, ini sebagai cara mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi provisi sesuai instruksi Bupati Sleman 03 / INSTR / 2021 tentang PTKM.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa membiasakan diri menerapkan kebiasaan baru untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Sleman,” kata Susmiarto, Jumat (5/2).

Ia mengungkapkan, dari kegiatan aktif ini, masih ditemukan beberapa pelaku usaha dan pembeli yang belum menerapkan aplikasi sebagai pencegahan dan pengendalian Covid-19. Sebagian besar tersedia di tempat makan atau minuman ringan.

Diantaranya Warmindo Jogja-Jogja, Nasi Kuning Mbah Jo, Warung Barokah, Bakmi Jowo Mbah Ribut, Geprek Mentai, dan Kopi Jegger.

Sanksi yang diberikan pada kategori Ketahanan Nasional berupa pembacaan Pancasila. Kemudian diberikan teguran tertulis untuk tidak menerima makan di tempat yang melebihi pukul 20.00 WIB, sesuai dengan Perintah Bupati 03 / INSTR / 2021 dan tutup tempat usaha.

Susmiarto menambahkan selama ini pemeriksaan dilakukan dengan aman, tertib dan lancar. Ia berharap masyarakat lebih peka terhadap penerapan protokol kesehatan di tempat umum sehingga tidak ada batasan seperti ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini,” kata Susmiarto.

Baca:  Letusan Merapi, Pertamina JBT Waspada Semua Fasilitas Bahan Bakar