Orang Yang Terlibat Tumpahan Minyak Dapatkan Kompensasi

Tim Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) membersihkan ceceran minyak mentah yang muncul di Pulau Pari Kepulauan Seribu.

Masyarakat Pulau Seribu adalah penerima santunan pertama dari beberapa daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Warga Kepulauan Seribu yang terkena dampak pencemaran limbah minyak yang terjadi pada Juli 2019 mendapat santunan dari Pertamina Hulu Energi Ofshore North West Java (PHE ONWJ). Masyarakat Kepulauan Seribu adalah penerima santunan pertama dari beberapa daerah yang terkena tumpahan minyak YYA-1.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu (Asekbang), Iwan P Samosir mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu (Pemkab) bersama PHE ONWJ melakukan uji sampel pembayaran akhir ganti rugi kepada warga. Ada 143 warga yang mendapat santunan, terdiri dari 91 warga Pulau Untung Jawa dan 52 warga Pulau Lancang.

Ia menambahkan, pelaksanaan sampling ini diawasi oleh Badan Pengawasan dan Pengembangan Keuangan (BPKP) dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Petugas dan warga yang terlibat menjalani rapid test, wajib memakai masker, menjaga jarak dan waktu diatur agar tidak ada orang,” ujarnya, Kamis (27/8).

Hubungan Vice President (VP) PHE, Ifki Sukarya menjelaskan, perusahaan mencontohkan beberapa profesi penerima kompensasi dengan melibatkan Tim Kerja, Tim PPBH IPB, Tim BPKP dan Tim Kejaksaan RI. “Tujuannya agar masyarakat terdampak mendapat kompensasi dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Pertamina tidak tahu dari mana asal tumpahan minyak tersebut. Pertamina juga mengerahkan seluruh anak usahanya yaitu PHE OSES dan PHE ONWJ untuk melakukan inspeksi lapangan.

“Kami mengirimkan 10 tim PHE OSES untuk membantu pembersihan pantai yang terbagi menjadi 3 wilayah, yakni Pulau Pari bagian tengah, barat dan timur serta Pulau Lancang. Prosesnya diperkirakan selesai dalam waktu sekitar tiga hari," kata Ifki.

Sebelumnya, tumpahan minyak di sekitar Pulau Pari, Kepulauan Seribu telah mencemari pesisir di kabupaten ini. Petugas Operasional Prasarana dan Fasilitas Umum (PSSU) dibantu warga terus melakukan tindakan untuk membersihkan pencemaran minyak ini.

Baca:  Polisi Metro: Cai Changpan Merencanakan Pengungsi selama 6 Bulan

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Djoko Rianto Budi Hartono mengatakan, pihaknya dan PHE OSES sudah membawa sampel tumpahan minyak mentah ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut. "Kami membawa sampel ke laboratorium layanan untuk memastikan apakah itu minyak mentah atau minyak, serta sejauh mana pencemaran dan bahaya bagi biota laut," ujarnya.

Dari hasil penelitian sementara, kata Djoko, diperkirakan minyak ini merupakan hasil sedimen yang muncul kembali ke permukaan air laut akibat arus laut atau arus turbulensi. “Sampai saat ini sudah 380 karung minyak mentah berhasil dikeluarkan dari sepanjang sisi timur dan utara Pulau Pari dengan berat rata-rata 5-10 kilogram,” jelasnya. Amri Amrullah |

sumber: Antara