Netflix Melanjutkan Serial dari Penulis Cina Anti-Uighur

Netflix

Netflix mengaku tidak setuju dengan pandangan penulis tentang Muslim Uighur

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA – Layanan streaming film Netflix menanggapi kekhawatiran para senator AS tentang rencana perusahaan mengadaptasi trilogi fiksi ilmiah karya penulis Tiongkok Liu Cixin. Netflix mengatakan tidak setuju dengan pandangan Liu tentang perlakuan pemerintah China terhadap Muslim Uighur.

Namun, menurut Netflix, pandangan Liu bersifat pribadi dan tidak terkait dengan buku-buku yang akan diadaptasi Netflix ke serial TV berbahasa Inggris.

"Tuan Liu adalah penulis bukunya, bukan pencipta serialnya nanti. Kami tidak setuju dengan komentarnya, yang sama sekali tidak terkait dengan bukunya atau acara Netflix," kata Wakil Presiden Kebijakan Publik Netflix Global Dean Garfield dalam sebuah surat kepada para senator. Reuters, Minggu (27/9).

Sebelumnya, lima senator asal Amerika Serikat (AS) mendesak Netflix untuk mempertimbangkan kembali rencana mengadaptasi trilogi buku fiksi ilmiah China menjadi serial TV. Pasalnya, penulis buku tersebut dianggap membela perlakuan China terhadap Muslim Uighur.

"Tiga Masalah Tubuh" dan dua sekuelnya ditulis oleh Liu Cixin. Netflix mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka akan mengadaptasi buku-buku tersebut menjadi serial TV aksi langsung dalam Bahasa Inggris. Proyek ini dipimpin oleh dua pembuat utama HBO, D.B Weiss dan David Benioff, yang sebelumnya mengerjakannya "Game of Thrones". Liu bertindak sebagai produser konsultan untuk proyek tersebut.

Dalam sebuah surat kepada Netflix, para senator mengutip komentar Liu tentang tindakan keras China terhadap etnis Uighur dan Muslim lainnya di provinsi Xinjiang selama wawancara dengan majalah New Yorker pada 2019.

"Jika ada, pemerintah sedang membantu perekonomian mereka dan berusaha membebaskan mereka dari kemiskinan. Jika Anda ingin negara tidak bersikap tegas dengan mereka, konsekuensinya akan mengerikan," kata Liu dalam wawancara saat itu.

Baca:  Argentina dan Meksiko Menyepakati Pelepasan Vaksin AstraZeneca

Amerika Serikat dan kelompok hak asasi manusia mengkritik perlakuan China terhadap orang Uighur. Kementerian luar negeri China berulang kali membantah melakukan kesalahan di Xinjiang. Pemerintah China menyebut fasilitas ini sebagai lembaga kejuruan dan pendidikan.