Muslim Austria Merasa Pemerintah Menargetkan Islam

Muslim Austria Merasa Pemerintah Menargetkan Islam. Dalam gambar yang dibuat dari video ini, polisi di tempat kejadian setelah terdengar suara tembakan, di Wina, Senin, 2 November 2020. Polisi Austria mengatakan beberapa orang terluka dan petugas keluar dari pasukan menyusul tembakan di ibu kota Wina. Laporan awal bahwa sinagoga menjadi sasaran serangan tidak dapat segera dikonfirmasi. Kantor berita Austria APA mengutip Kementerian Dalam Negeri negara itu yang mengatakan satu penyerang telah tewas dan lainnya mungkin sedang dalam pelarian.

Muslim Austria khawatir Islamofobia sedang meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, Wina – Lebih dari seminggu setelah serangan teroris di Wina, pemerintah Austria telah mengajukan undang-undang untuk menahan teroris tanpa batas waktu. Tetapi bagian paling kontroversial dari langkah-langkah baru tersebut adalah pembuatan pelanggaran pidana baru untuk politik Islam.

Jika diratifikasi, undang-undang tersebut akan memudahkan penutupan masjid atau menahan para imam dengan tuduhan menciptakan tempat berkembang biaknya kekerasan. Komunitas Muslim Austria, yang mewakili sekitar 700.000 orang, mengatakan beberapa tindakan bahkan tidak sejalan dengan Konstitusi dan hak asasi manusia.

"Populasi Muslim berdampak bahwa istilah politik Islam digunakan sebagai semacam kode untuk mengirim sinyal kepada kelompok tertentu untuk menumbuhkan kebencian. Seharusnya tidak ada hukuman yang ditujukan hanya pada satu agama," kata seorang aktivis. Kantor Berita Ahlul Bayt (ABNA), Minggu (15/11).

Komunitas Muslim mengatakan mereka masih terkejut dengan serangan teroris tersebut. Kecaman publik terhadap para pelaku penyerangan pemakaman menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengutuk keras kejahatan tersebut, tetapi juga mencabut perbuatan Islam tersebut.

Para pendeta di Austria juga menyesalkan tindakan ini. Kehadiran seorang pemuda Muslim yang termasuk di antara empat orang yang terbunuh dikatakan sebagai bukti bahwa tindakan tersebut bukan bagian dari Islam.

Setelah serangan di Wina, dilaporkan bahwa lebih banyak Muslim melaporkan kasus pelecehan di jalanan dan media sosial. Komunitas Muslim meminta orang untuk tidak membiarkan diri mereka terpecah belah.

https://en.abna24.com/news//austrian-muslims-concerned-over-rising-islamophobia_1086217.html

Baca:  Prancis akan menghukum orang tua siswa yang keberatan dengan kartun nabi