Mahfud: Polisi akan menindak tegas pelanggar protokol

Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan akan polisi akan tindak tegas masyarakat pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

Pelanggar protokol kesehatan akan diadili sesuai dengan KUHP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan polisi akan menindak tegas orang-orang yang melanggar protokol kesehatan. "Kami sudah menemukan solusi yang tidak mewajibkan peraturan pemerintah mengubah undang-undang (perppu), tapi menggunakan KUHP," kata Mahfud, Sabtu (12/9) malam.

Artinya sekarang polisi sudah diberi tugas. Saya sudah berikan tugas sebagai Menko Polhukam untuk memerintahkan. Kalau ada yang menentang akan ditangkap, ”lanjut Mahfud.

Namun, tindakan terhadap orang yang melanggar protokol kesehatan tersebut bukan karena tidak memakai masker, melainkan terhadap petugas saat disuruh menggunakan masker. “Nah, sebaiknya kita mencarinya begini. Tindakan tegas ini untuk menekan penyebaran Covid-19,” kata Mahfud.

Undang-undang kesehatan, kata Mahfud, juga mengatur bahwa jika merugikan orang lain karena musibah ini maka akan ada sanksi. "Ini yang akan mulai dilakukan. Saya sudah mulai berkomunikasi untuk memberikan terapi kejut (yang menyinggung). Tangkap orang jika mereka melakukan sesuatu. Tapi tentu saja pemerintah akan memberikan topeng kepada masyarakat," kata Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menambahkan, pemerintah sengaja tidak menerbitkan Perppu dalam penegakan protokol kesehatan mengingat penerbitan Perppu memakan waktu cukup lama. “Apalagi jika anggota DPR tidak sependapat dengan pemerintah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kapolri Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono mengatakan, Polri telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Mulai dari mengedukasi masyarakat hingga sosialisasi penggunaan masker, menjaga jarak, hingga cuci tangan.

“Kegiatan ini masih sering kami lakukan,” kata Gatot. Saat ini, Polri bersama pemerintah daerah akan gencar melakukan operasi wajar menggunakan masker untuk menekan Covid-19.

sumber: Antara

Baca:  Kasus Syekh Ali Jaber, Din: Jangan mudah percaya dengan alasan gila