Lockdown, sejumlah pusat perbelanjaan di Italia ditutup

Hari pertama lockdown kedua di Italia

Empat provinsi di Italia telah dikurung selama 15 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN – Italia kini menerapkan penutupan dan blokade di empat provinsi, yakni Lombardy, Piedmont, Val d'Aosta, dan Calabria untuk menangani peningkatan kasus Covid-19 di Eropa. Akibat penutupan empat provinsi, sejumlah pusat perbelanjaan di Italia ditutup.

AP News Kabarnya, butik fashion mewah, toko perhiasan, dan sebagian besar department store besar di Milan sudah tutup sejak Jumat (6/11). Tindakan Italia serupa dengan tindakan di banyak negara Eropa di mana kasus Covid-19 semakin meningkat.

Empat provinsi di Italia akan berlangsung penutupan dan blokade selama 15 hari ke depan. Ini termasuk penutupan semua toko yang tidak penting, tidak ada layanan makan di tempat untuk operasi restoran dan bar, pembelajaran jarak jauh untuk siswa berusia 12 tahun ke atas, dan larangan meninggalkan kampung halaman kecuali untuk pekerjaan, kesehatan atau alasan serius lainnya.

Sisilia dan Puglia, dua provinsi selatan lainnya, termasuk dalam batas kedua. Sementara bagian lain negara mempertahankan lebih banyak kebebasan bergerak tetapi hanya sampai 10 malam waktu setempat dan restoran tutup pada jam 6 sore waktu setempat.

Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza sekarang menghadap parlemen di Roma untuk membahas pemerintah dalam menangani fase baru krisis Covid-19. "Di negara besar seperti Italia, ini tidak bisa menjadi medan pertempuran politik. Saya katakan ini dengan sekuat tenaga dan dari hati, cukup. Jangan mulai polemik," kata Speranza, Jumat (6/11).

Speranza menekankan, penerapan penutupan dan blokade itu adalah suatu keharusan. Karena saat ini jumlah infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi telah meroket dan kematian telah mencapai titik tertinggi yang tak terlihat sejak musim semi.

Sanksi tersebut mulai berlaku pada hari Italia mencapai tingkat infeksi tertinggi dalam satu hari pada 37.809 orang dan mencatat jumlah kematian tertinggi hingga 446 kasus sejak musim semi. Beban kasus terbaru Lombardy meningkat menjadi hampir 10.000 orang yang menyumbang lebih dari 25 persen dari infeksi baru yang dikonfirmasi di Italia pada hari Jumat.