Lion Air Melakukan Analisis Pasar Penumpang Umrah Saat Wabah

Lion Air Lakukan Analisis Pasar Penumpang Umroh Saat Pandemi (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi mengizinkan maskapai selain Saudi Airlines untuk mengangkut calon jemaah umrah. Namun Lion Air masih belum memiliki rencana penerbangan untuk terbang ke Jeddah, Arab Saudi.

"Soal umrah, kami tidak bisa memberikan informasi terlebih dahulu," kata Corporate Communication Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Senin (9/11).

Meski demikian, imbuhnya, Lion Air tetap akan melakukan analisis pasar. Dia mengatakan hal itu dilakukan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan informasi potensial tentang masalah tersebut. "Selain itu kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait," ujarnya.

Pemerintah Arab Saudi membuka umrah untuk jemaah haji asing mulai 1 November 2020 dan hanya Saudi Airlines yang diizinkan untuk mengangkut calon jemaah haji. Namun keputusan tersebut, mulai Kamis (5/11) kemarin, telah dibatalkan dan semua maskapai penerbangan diperbolehkan membawa jemaah umrah.

"Ya, masyarakat yang mendapatkan izin dan syarat yang diberlakukan oleh GACA," kata Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, melalui pesan singkat, Jumat (6/11).

Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh General Superintendent of Civil Aviation (GACA), bahwa semua maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara Pemerintah Arab Saudi, termasuk maskapai penerbangan umum, telah memperbolehkan perpindahan dan keberangkatan umrah termasuk penumpang dari luar Saudi selama musim Pandemi.

"Pasal 23 UU Penerbangan Sipil. Instruksi: Semua maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara KSA, termasuk penerbangan umum, harus mengizinkan pengunjung Umrah dan penumpang ke KSA sesuai dengan langkah-langkah yang disyaratkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, dengan mempertimbangkan batasan kesehatan. dan persyaratan kehati-hatian. -hati-hati, "baca pernyataan itu.

Baca:  Islam di Armenia: Minoritas dan Penyusutan