Korea Selatan kekurangan tempat tidur untuk menampung pasien Covid-19

Petugas menyemprot disinfektan di jalan sekitar Gereja Sarang Jeil di Seongbuk, Korsel pada Senin (17/8). Gereja Sarang Jeil dan Shincheonji menyumbang lonjakan kasus Covid-19 di Korsel.

Rumah sakit di Seoul hanya memiliki 4,5 persen tempat tidur untuk kasus kritis.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL – Korea Selatan kekurangan tempat tidur rumah sakit untuk menampung pasien COVID-19. Korea mengalami peningkatan kasus baru penyakit infeksi, yang tercatat 308 kasus hingga Jumat tengah malam (28/8).

Hingga Jumat, rumah sakit di ibu kota Seoul hanya memiliki 4,5 persen tempat tidur pasien untuk kasus COVID-19 kritis. Angka itu turun dari 22 persen pada minggu sebelumnya. Sedangkan tempat tidur yang ditinggalkan pasien dengan semua kondisi COVID-19 tercatat 24 persen, turun dari 37 persen.

"Saat ini hanya tersedia sekitar 15 tempat tidur pasien di distrik Seoul untuk pasien dalam kondisi kritis. Saat itu banyak pasien dalam kondisi serius dan membutuhkan perawatan rumah sakit," kata Yoon Tae-ho, Direktur Jenderal Kebijakan Kesehatan Masyarakat.

"Tapi kami harus bisa mendapatkan lebih banyak ketersediaan kamar karena beberapa pasien segera kembali," tambah Yoon.

Hingga Sabtu (29/8), total kasus COVID-19 di Korea Selatan sebanyak 19.400, termasuk 321 pasien yang meninggal dunia. Negara itu pertama kali mengalami lonjakan kasus sebelumnya ketika wabah menyebar dari Wuhan, China, awal tahun ini.

Wabah bisa dikendalikan tetapi pada Agustus ada peningkatan kasus lain. Lonjakan itu terjadi setelah sekelompok infeksi gereja yang muncul menyebar ke demonstrasi politik di Seoul, yang dihadiri oleh puluhan ribu orang dari seluruh negeri.

Pada hari Jumat, pemerintah Korea Selatan mengambil tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membatasi jam buka restoran di ibu kota, karena virus terus menyebar di gereja, kantor, panti jompo, dan fasilitas medis.

Aturan ini akan berlaku pada Minggu (30/8) minggu berikutnya, dengan larangan makan di restoran, pub, toko roti setelah pukul 21.00. Sedangkan kedai kopi hanya sebatas layanan pemesanan dan pengantaran.

Baca:  India Mengirim Tim Bantuan Untuk Membersihkan Tumpahan Minyak Mauritius

Gereja, klub malam, gym, dan sebagian besar sekolah di Seoul telah ditutup, dan topeng harus dipakai di depan umum.

sumber: antara