KONI Sultra mengimbau pengurus segera berakhir untuk diganti

Atlet dayung memacu sampan (ilustrasi).

KONI Sulta memperhatikan status kepengurusan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – KONI Provinsi Sulawesi Tenggara meminta pengurus cabang olahraga yang diakhiri segera memilih balai baru.

Humas KONI Sultra Idris mengatakan, KONI sebagai induk organisasi olahraga di kabupaten bertanggung jawab untuk menilai keberadaan anggotanya.

“Salah satu tanggung jawab dan kewenangan KONI kabupaten adalah menyelenggarakan olahraga sebagai anggota KONI sesuai dengan ketentuan PD / PRT,” kata Idris.

KONI Sultra, menurut Idris, sangat memperhatikan status kepengurusan masing-masing cabang olahraga sebagai tolak ukur untuk membina organisasi olahraga yang sehat atau tidak.

“Mitra pengelola olahraga harus memahami bahwa manajemen time out memiliki berbagai konsekuensi, sehingga diharapkan menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Salah satu akibatnya adalah kurangnya alokasi dana melalui KONI karena legitimasi pengelolaannya tidak sesuai dengan PD / PRT.

Data dari KONI Sultra menyebutkan bahwa cabang olahraga yang masuk tahap final kepengurusan adalah IPSI, Perpani, APTI dan Biliar.

Sekretaris Perpani Sulteng Muh Amir mengapresiasi desakan KONI Sulsel agar kepengurusan olahraga yang sudah kadaluwarsa merumuskan kepengurusan baru.

“Perpani sedang mempersiapkan musyawarah untuk merumuskan kepengurusan baru. Ini penting untuk perkembangan atlet,” kata Amir.

sumber: Antara