Konferensi Nasional MES: Meningkatkan Kontribusi Keuangan Syariah

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wimboh Santoso mengatakan dalam upaya pemulihan ekonomi saat ini kontribusi semua sektor termasuk ekonomi dan keuangan Syariah sangat diperlukan dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional ini

Dalam pemulihan ekonomi negara, peran jasa keuangan syariah sangat penting

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wimboh Santoso mengatakan dalam upaya menghidupkan kembali perekonomian saat ini, diperlukan kontribusi dari semua sektor, termasuk ekonomi dan keuangan syariah, dalam mempercepat pemulihan ekonomi negara. .

“Dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, peran sektor jasa keuangan sangat penting sebagai pendorong pemulihan perekonomian kita, termasuk tentunya peran sektor ekonomi dan keuangan Islam,” ujar Wimboh dalam sambutannya membuka acara tersebut. Musyarawah Nasional MES V, di Jakarta Sabtu (23/1).

Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi syariah harus bersinergi dengan sistem konvensional untuk memperkuat dan mempercepat proses pemulihan ekonomi negara. “Perlu dukungan dan komitmen yang serius, termasuk dari MES agar perkembangan ekonomi dan keuangan syariah bisa lebih cepat dan lebih cepat. Ini mendukung perekonomian negara,” ujar Wapres.

Menurut Wimboh, di tengah epidemi ini, sektor jasa keuangan syariah masih bisa tumbuh cukup tinggi, yakni 21,58 persen yoy (2019: 13,84 persen), bahkan pembiayaan bank umum syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,5 persen yoy di tengah kontraksi kredit. . perbankan nasional sebesar -2,41 persen.

Perkembangan ekonomi dan keuangan Islam di Indonesia juga diapresiasi secara internasional. Sepanjang tahun 2020, Indonesia diakui sebagai salah satu negara dengan kemajuan terbaik di bidang ekonomi dan keuangan syariah yaitu Refinitiv Islamic Financial Development Report 2020, menempatkan Indonesia di peringkat kedua secara global sebagai "negara paling maju dalam Keuangan Islam" dan Global Islam. Tahun 2020/2021 menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-4 global untuk sektor ekonomi syariah, dan juga posisi ke-6 untuk keuangan syariah.

Kajian lembaga internasional ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan Islam, antara lain: Sebagai negara dengan 87 persen atau setara dengan 230 juta umat Islam, Indonesia memiliki potensi besar untuk perkembangan ekonomi dan industri keuangan syariah. Pertumbuhan ekonomi syariah tinggi. Pada 2019, pertumbuhan ekonomi syariah tercatat 5,72 persen. Lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nasional.

Meningkatnya industri halal Indonesia. Pada tahun 2020, nilai perdagangan industri halal Indonesia termasuk makanan, kosmetik dan obat-obatan, travel, fashion telah mencapai USD 3 miliar dan terus meningkat. Namun demikian, beberapa tantangan yang harus segera diatasi antara lain; Pangsa pasar industri jasa keuangan syariah masih rendah yaitu sebesar 9,90 persen dari total aset negara, literasi keuangan syariah masih rendah yaitu 8,93 persen, jauh tertinggal dari indeks nasional sebesar 38,03 persen. Sementara itu, Indeks Partisipasi Keuangan Syariah sebesar 9,1 persen juga tertinggal jauh dari indeks nasional sebesar 76,19 persen.

Selain itu, diferensiasi model / produk bisnis syariah juga masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi dan kreativitas dalam industri jasa keuangan syariah, sehingga diperlukan peningkatan penggunaan teknologi untuk mengimbangi perkembangan teknologi yang cepat dan dinamis, seiring dengan perkembangan zaman. serta kebutuhan SDM keuangan syariah untuk mengikuti berbagai dinamika dan perubahan kondisi ekonomi dan teknologi.

Wimboh menghimbau kepada seluruh anggota MES untuk meningkatkan kegiatan dan program kerja yang bermanfaat dan efektif guna meningkatkan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah dalam mendukung perekonomian nasional.

Peran MES antara lain harus lebih ditingkatkan dengan memberikan kontribusi langsung bagi pemberdayaan ummat dalam pembentukan dan perluasan BWM, mendukung upaya peningkatan kapabilitas industri keuangan syariah seperti merger syariah bank BUMN. .

Selain itu, kontribusi MES dapat dilakukan dengan secara aktif mendorong perkembangan ekonomi digital dan teknologi keuangan syariah sebagai platform yang diharapkan dapat membantu berbagai program pemberdayaan masyarakat khususnya pelaku UKM.

MES juga dapat berperan dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi dan keuangan syariah, antara lain melalui pelatihan dan sertifikasi profesi, Islamic Economic E-Learning, dan pemberian beasiswa ekonomi syariah.

Penelitian ekonomi syariah juga harus dilakukan melalui pembentukan tim peneliti atau kelompok MES untuk menghasilkan penelitian ekonomi dan keuangan Islam yang berkualitas dan diakui secara internasional.

MES juga perlu memperluas jaringannya dan meningkatkan peran MES di kancah global melalui pembentukan Administrator Regional Khusus MES di berbagai negara dan bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional.

Baca:  BNI Syariah Perluas Kerja Sama di Sekolah Asrama Islam