Kasus Kecelakaan Meninggal, Imam Aiptu Diperiksa Soal Nukula

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Meto Jaksel, AKBP Jimmy Christian Samma (tengah)

Imam itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus pemukulan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polda Metro Jaya (Jaksel) memeriksa Aiptu Imam Chambali terkait dugaan pemukulan yang dilakukannya sebelum terjadi kecelakaan fatal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akhir Desember lalu. Imam itu diperiksa sebagai saksi terlapor.

"(Imam Aiptu) sudah diinterogasi Polri," kata Kapolres Jakarta Selatan AKBP Satreskrim Jimmy Christian Samma Jimmy di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/1). Imam diperiksa sebagai saksi dalam kasus pemukulan sesuai dengan Pasal 351 KUHP terkait penganiayaan.

“Kami membutuhkan saksi, termasuk video di tempat kejadian serta video orang lain untuk melihat unsur Pasal 351 (tindak pidana),” ujarnya.

Selain Imam, kata dia, pihaknya juga telah memeriksa HN sebagai wartawan dan saksi korban. Seorang petugas keamanan di dekat tempat kejadian juga diinterogasi.

"Dari hasil pemeriksaan itu kita coba kembangkan lagi. Kita coba periksa kembali siapa saksinya, termasuk masih kita telaah CCTV," kata Jimmy.

Jimmy menjelaskan, menganalisis rekaman kamera CCTV membutuhkan waktu karena jarak lokasi dugaan pemukulan dengan lokasi kecelakaan fatal cukup jauh. Sejauh ini, mereka sudah mengantongi dua rekaman kamera CCTV, yakni di lokasi kejadian dan lokasi kecelakaan. "Kami akan menganalisis dulu," tegas Jimmy.

Sebelumnya, mobil Innova yang dikemudikan Aiptu Imam Chambali, anggota Polsek Metro Jaya dari Satuan Pengamanan Sasaran Polda Metro Jaya, bertabrakan dengan tiga sepeda motor di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (25/12). Akibatnya, dua pembalap mengalami luka-luka. Sementara itu, seorang ibu PL muda (30 tahun), meninggal seketika dalam peristiwa malang itu.

Menurut keterangan polisi, kejadian tersebut disebabkan perselisihan antara Aiptu Imam dengan pengemudi mobil Hyundai berinisial HN. Awalnya, HN merasa tidak terima bahwa Aiptu Imam telah memotong jalannya. Mereka berdua berkendara dari Pejaten ke Pasar Minggu.

Keduanya terlibat pertengkaran hingga akhirnya Aiptu Imam menghentikan mobil HN di depan SMP Suluh. Di sana, mereka berdebat. HN mengatakan bahwa dia dipukul oleh Aiptu Imam di sana.

Selanjutnya, HN berusaha mengejar mobil Aiptu Imam untuk menanggungnya karena pemukulan tersebut. Sesampai di lokasi kejadian, HN menabrakkan mobilnya ke dalam mobil Innova yang dikemudikan oleh Aiptu Imam. Mobil Innova kemudian terbang ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan tiga sepeda motor.

HN kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Subdirektorat Gakkum Metro Metro Polla Metro. Setelah dilakukan tes urine ditemukan bahwa HN negatif, bahkan tidak mengonsumsi narkotika.

Baca:  Guru Alquran di Bekasi mandek saat hendak salat subuh