Jurusan Hubungan Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Sawunggaling

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Jawa Timur melakukan rekayasa lalu lintas jalan di Jembatan Sawunggaling menuju Terminal Intermoda Joymoyo (TIJ) yang baru diresmikan oleh Menteri Sosial Risma dan Wali Kota Eri Cahyadi, Sabtu (1) / 5). Salah satu tujuan dibangunnya Jembatan Sawunggaling adalah untuk mengatasi kemacetan (penyempitan) di Tol Wonokromo.

“Dengan adanya Jembatan Sawunggaling ini diharapkan antrian atau kemacetan lalu lintas bisa teratasi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad di Surabaya, Senin (3/5).

Saat ini, lanjutnya, kendaraan dari Jalan Wonokromo menuju Jalan Gunungsari dan Terminal Intermode Joyoboyo (TIJ), bisa terus melalui Jembatan Sawunggaling. Sementara itu, kendaraan yang menuju Jalan Darmo atau Jalan Diponegoro masih melewati dua jembatan tua yang memiliki jalur tiga dan satu.

"Ke Jalan Darmo atau Diponegoro masih melewati jembatan lama. Jadi ada dua jembatan tua, tinggi dan rendah, yang masing-masing memiliki tiga dan satu jalur," ujarnya.

Sedangkan kendaraan yang menuju ke Polsek Wonokromo, lanjutnya, bisa melintasi Jembatan Sawunggaling. Begitu pula angkutan umum yang akan memasuki TIJ dari Jalan Wonokromo juga bisa melalui Jembatan Sawunggaling.

Jadi kalau mau ke Jalan Gunung Sari Wiyung dan Mastrip bisa lewat Jembatan Sawunggaling. Kalau mau ke TIJ dan Polsek Wonokromo juga bisa lewat Jembatan Sawunggaling, katanya.

Irvan menjelaskan, arus lalu lintas di jembatan yang memiliki panjang 136 meter itu menerapkan sistem satu jalur, yakni dari selatan ke utara. “Lalu untuk Jalan Pulo Wonokromo dipakai satu arah (dalam), kecuali roda 2,” ujarnya.

Menurut dia, dalam sepekan ke depan pihaknya menyatakan akan terus melakukan sosialisasi rekayasa lalu lintas Jembatan Sawunggaling kepada masyarakat. Sebab, kata dia, dari hasil penilaian tersebut, masih ada kendaraan yang ingin melewati Jembatan Sawunggaling namun menuju ke Jalan Darmo dan Diponegoro.

Baca:  Petugas Temukan Toko tidak Taat Prokes di Probolinggo

“Kami akan terus melakukan sosialisasi setidaknya minggu depan,” kata Irvan.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak parkir di pinggir jalan di sekitar Jembatan Sawunggaling karena berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Surabaya, sejak beroperasinya jembatan tersebut, terlihat masih ada beberapa pengemudi yang memarkir kendaraannya di tempat yang dilarang parkir. tanda di sekitar jembatan. “Kami juga mensosialisasikan kepada warga agar tidak memarkir kendaraannya di pinggir jalan karena dapat menghambat kecepatan kendaraan yang menuju Jembatan Sawunggaling. Kami juga akan disiplinkan diri,” ujarnya.