Joe Biden Memperluas Perlindungan untuk Suriah di AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat (29/1) memperpanjang aturan perlindungan dari deportasi ribuan warga Suriah yang saat ini berada di negaranya.

6.700 warga Suriah yang memenuhi syarat di AS berhak mendapatkan perlindungan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat (29/1) memperluas aturan perlindungan dari penggusuran ribuan warga Suriah yang saat ini berada di negaranya.

Setidaknya 6.700 warga Suriah yang memenuhi syarat saat ini menerima Status Perlindungan Sementara, sebuah program yang memungkinkan imigran untuk tinggal dan bekerja di AS selama negara mereka tidak aman untuk tinggal. Kelayakan mereka untuk program ini telah diperpanjang hingga September 2022, kata Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Perlindungan dapat diberikan kepada warga negara yang negara asalnya terkena bencana alam, konflik bersenjata, atau keadaan yang tidak biasa tetapi bersifat sementara.

Suriah telah dilanda perang saudara sejak awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak para pengunjuk rasa pro-demokrasi. Ratusan ribu tewas, dan jutaan lainnya kehilangan rumah. Perpanjangan tersebut bertentangan dengan kebijakan imigrasi mantan Presiden AS Donald Trump, yang bertujuan untuk membatasi migrasi legal dan ilegal ke AS.

Biden diharapkan untuk melakukan peraturan imigrasi yang lebih luas pada hari Selasa.

sumber: https://www.aa.com.tr/id/dunia/biden-perpanjang-perlindungan-untuk-warga-suriah-di-as/2127945

Baca:  Argentina dan Meksiko Menyepakati Pelepasan Vaksin AstraZeneca