Jamkrindo menjamin kredit modal kerja senilai Rp 12,02 triliun

Jamkrindo

Skema penjaminan KMK UKM telah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan 71/2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Jamkrindo dan anak usahanya, PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) telah menjaminkan 755.563 debitur kredit modal kerja (KMK) senilai Rp 12,02 triliun. Jaminan itu untuk mendorong program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang digagas pemerintah.

Direktur Utama Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan mengatakan realisasi penjaminan PEN sebesar Rp 12,02 triliun tersebut meliputi rincian Jamkrindo Rp 8,44 triliun dan Jamsyar Rp 3,57 triliun.

“Tujuan pemberian kredit adalah untuk melindungi, memelihara, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha, khususnya UMKM. Program penjaminan QCC dalam rangka PEN diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan perbankan dalam penyaluran kredit modal kerja,” ujarnya dalam keterangan resmi. pernyataannya, Senin (15/3).

Skema penjaminan KMK UKM telah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan 71/2020. Dalam praktiknya, pemerintah menugaskan Jamkrindo, salah satu anggota Indonesia Financial Group (IFG), untuk menjalankan program PEN dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan dan kesinambungan fiskal negara.

Sebelum ditugaskan sebagai penjamin emisi PEN, Jamkrindo yang menjalankan usaha penjaminan kredit telah ditugaskan pemerintah untuk menjamin kredit usaha rakyat (KUR) hingga saat ini. Jamkrindo juga berkomitmen untuk terus menyalurkan pinjaman kemitraan kepada para mitra. Hal ini bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian khususnya pengusaha mikro yang belum memiliki akses perbankan.

“Kami tidak hanya memberikan pinjaman kemitraan tapi juga memberikan bantuan kepada UMKM mitra,” ujarnya.

Sebagai perusahaan penjaminan kredit, Jamkrindo memiliki berbagai macam produk, baik produk penjaminan program maupun penjaminan nonprogram. Dalam program penjaminan, Jamkrindo memiliki produk penjaminan KUR, penjaminan KMK dalam rangka PEN, jaminan sistem resi gudang, dan penjaminan likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Baca:  Vaksin Masih Positif Terhadap Rupiah

Sedangkan untuk penjaminan nonprogram produk penjaminan antara lain penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang / jasa, penjaminan kredit multiguna, penjaminan distribusi barang, obligasi penjamin, bea cukai yang baik, penjaminan emisi, penjaminan emisi pembiayaan rantai pasokan (pembiayaan faktur, Jaminan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB / OTO), Jaminan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Penjaminan jaminan manajemen modal (CGM), dan jaminan untuk institusi tekfin.