Inovasi Samsat di Setempoh Belitung menarik perhatian

Gubernur Erzaldi menyempatkan diri untuk meninjau langsung pelaksanaan jam operasional baru program Samsat Setempoh di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung wilayah Kabupaten Belitung, sambil menikmati suasana akhir pekan di pusat Kota Tanjung Pandan, Sabtu (5/9).

Samsat Setempoh merupakan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PANDAN –
Pada hari terakhir kunjungan kerja Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, di Pulau Belitung. Gubernur Erzaldi menyempatkan diri melihat langsung pelaksanaan jam operasional baru program Samsat Setempoh di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Daerah, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Belitung, sembari menikmati suasana akhir pekan di pusat kota Tanjung. Pandan, Sabtu (5/9).

Samsat Setempoh merupakan inovasi dari Samsat Belitung untuk memudahkan masyarakat sebagai Wajib Pajak (wp) yang kesulitan membayar pajak akibat jam operasional Samsat Belitung yang hanya bertahan hingga pukul 16.00.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat yang terkendala waktu, karena operasi Samsat Setempoh di KV. Saya senang sekali dari jam empat sore sampai jam sembilan malam,” kata Gubernur Erzaldi.

Kepala Samsat Belitung, Alexander Ihsan mengatakan, pihaknya memilih menghadirkan Samsat Setempoh di KV Senang, karena KV Senang berada di titik nol kilometer dari Kota Tanjung Pandan yang merupakan pusat kota dan akses yang mudah ditemukan. Selain itu, program ini dimulai dengan tujuan utama mendorong pencapaian target pendapatan dari pembayaran pajak kendaraan.

"Kami berniat mengambil bola, agar wp yang bekerja dan tidak bisa membayar pajak selama jam kerja, bisa melakukannya di sini," ujarnya.

Hingga saat ini, kerjasama juga dilakukan dengan Bank Sumsel Babel sehingga pembayaran dapat dilakukan melalui QR code atau mesin edisi.

Menurut Gubernur Erzaldi, ini merupakan inovasi yang baik dan bisa menjadi model bagi kabupaten lain dalam meningkatkan target pendapatan.

“Daerah lain juga harus berinovasi karena sampai triwulan ini capaian kita 58 persen. Kita harus mengejar ketertinggalan,” ujarnya.

Baca:  Pekan lalu, Sumatera Barat diguncang gempa bumi sebanyak 7 kali

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Babel Anang Syarif mengucapkan terima kasih kepada Samsat Belitung dan Polres Belitung atas kerjasamanya dalam menyukseskan program ini. Kapolres Anang Syarif pun memotivasi agar pusat kota di kabupaten lain dimanfaatkan seperti ini, bukan sekadar tempat berkumpul.

Kesempatan ini dimanfaatkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk berjalan kaki dari Jl kemuning (Jajanan Belitung) menuju KV. Bersenang-senang bersama Forkopimda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Wakil Bupati Belitung serta berfoto bersama di depan ikon Belitung, Tugu Satam dan Titik Nol Kilometer Belitung.