Family Cluster Dominasi Kasus Covid-19 di Bandung

Sebuah wastafel keliling diparkir di lapangan Jalan Puter, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis (12/11). Keberadaan wastafel keliling yang berasal dari CSR berbagai perusahaan ini, diharapkan bisa bermanfaat bagi warga sebagai bagian dari sosialisai penerapan protokol kesehatan pencegahaan Covid-19.

Kasus konfirmasi aktif Covid-19 berkisar pada kelompok usia 20 hingga 25 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengungkapkan kelompok keluarga masih mendominasi dalam kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung. Sebanyak 278 keluarga dengan lebih dari 700 anggota keluarga disebut-sebut telah terjangkit virus corona.

Ketua Tim Satuan Tugas Harian Covid-19 Bandung Bandung, Ema Sumarna mengatakan sebanyak 700 anggota keluarga di Kota Bandung terdampak Covid-19. Dia mengatakan kelompok keluarga masih menjadi ancaman penyebaran virus corona yang sudah berlangsung selama 8 bulan.

“Kelompok keluarga masih menjadi ancaman,” ujarnya di Balaikota Bandung, Jumat (13/11).

Salah satu penyebab munculnya kelompok keluarga adalah karena adanya anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah. Ia mengatakan, anggota keluarga yang datang ke rumah setelah datang dari luar dianggap tidak langsung membersihkan diri tetapi berinteraksi dengan orang lain.

Menurutnya, kondisi ini menjadi penyebab penularan pada kelompok keluarga besar. Ema mengatakan, orang yang beraktivitas di luar ruangan harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Sesampainya di rumah, kamu harus mandi dulu dan tidak menyentuh anggota keluarga yang lain. Ia menambahkan, saat ini kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan telah menurun setelah 8 bulan pandemi Covid-19.

Data Satgas menunjukkan periode pertama periode dua penyesuaian adat baru (AKB) turun 2,08 persen dan periode kedua periode tiga hingga 12 November turun 8,24 persen.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, status zona sebaran Covid-19 di Bandung masih sedang atau jingga. Menurutnya, laju reproduksi Covid-19 bergerak dinamis dan mengalami fluktuasi.

“Hasil ini masih di bawah angka satu, menandakan pandemi Covid-19 masih terkendali,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kasus yang dipastikan aktif hingga Kamis (12/11) mencapai 309 kasus dan 1.920 kasus pulih serta 98 ​​kasus meninggal dunia. Sedangkan jumlah kasus kumulatif mencapai 2.327 kasus.

Baca:  Penobatan Sultan Sepuh XV Keraton Cirebon dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus

“Dari 98 kasus kematian Covid-19 di Bandung pada 12 November 2020, 63,39 persen di antaranya terjadi karena memiliki komorbiditas tertinggi yaitu penyakit penyerta, diabetes melitus, dan penyakit jantung. Rata-rata usia kematian antara 60-69 – 50 – 59 tahun, "katanya.

Menurut dia, kasus konfirmasi aktif Covid-19 di Kota Bandung terjadi pada kelompok usia 20 hingga 25 tahun. Namun kasus kematian terjadi pada lansia.

“Ini menunjukkan ada sebaran yang masuk ke lantai rumah tangga karena salah satu anggotanya beraktivitas di luar rumah. Jadi kelompok keluarga ini masih mendominasi,” ujarnya. Ia mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan.