Erdogan: Serangan terhadap Masjid Berlin Melanggar Kebebasan

Erdogan Kecam Penggerebekan Masjid Berlin. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Erdogan mengatakan tindakan polisi Jerman dipupuk oleh rasisme.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik tindakan polisi Jerman yang menggerebek masjid Berlin beberapa hari lalu. Melalui akun IndonesiaErdogan mengatakan tindakan itu melanggar kebebasan beragama.

"Saya mengutuk keras serangan terhadap Masjid Mevlana di Berlin selama sholat subuh. Tindakan polisi jelas dipupuk oleh rasisme dan Islamofobia, sama sekali mengabaikan kebebasan berkeyakinan, dan membawa Eropa lebih dekat ke kegelapan Abad Pertengahan," kata Erdogan seperti dikutip. Anadolu Agency, Sabtu (24/10).

"Eropa, yang selama bertahun-tahun disebut sebagai tempat lahir demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan, kini sayangnya berubah menjadi struktur yang mengatasi perbedaan," kata Erdogan.

Selain itu, Erdogan juga menegaskan bahwa Turki tidak akan pernah mengizinkan adanya alasan pelanggaran vulgar di tempat ibadah mana pun. Dia mengatakan Turki akan dengan tegas melanjutkan perjuangan globalnya melawan rasisme, xenofobia, dan Islamofobia. Sebelumnya, polisi Jerman pada Rabu (21/10) menggerebek masjid akibat pemeriksaan keuangan saat jamaah berkumpul untuk sholat subuh. Polisi Jerman memasuki masjid tanpa melepas sepatu mereka.

https://www.aa.com.tr/en/turkey/turkish-president-condemns-police-raid-on-berlin-mosque/2017172

Baca:  Rumah Sakit Wabah di Turki Menjadi Pusat Pendidikan Islam