Dokter paru-paru: Pasien Covid-19 yang parah mungkin tidak cepat

Dokter Paru: Pasien Covid-19 Parah Boleh tidak Berpuasa. Ilustrasi Berpuasa

Dalam keadaan tertentu, umat Islam tidak bisa berpuasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Fahmi Alatas tidak menganjurkan pasien Covid -19 dengan kondisi kritis untuk berpuasa selama bulan Ramadhan. Karena dikhawatirkan, puasa justru akan memperparah rasa sakit.

Hukum puasa Ramadhan adalah wajib bagi umat Islam. Namun dalam keadaan tertentu, umat Islam tidak bisa berpuasa jika ada udzur syar'i.

Menurut Fahmi, penderita Covid-19 dikategorikan sakit. Sampai dia udzur dan tidak boleh berpuasa.

“Jadi penderita Covid-19 itu mirip dengan penyakit lain, kalau Covid-19 menyerang paru-paru misalnya sudah terjadi pneumonia atau disertai demam, maka saya merasa puasa seperti penyakit lain juga terjadi,” kata Fahmi., Rabu malam ( 7/4).

"Karena saat demam, Anda khawatir dehidrasi atau kekurangan cairan, yang bisa memperparah kerusakan sel di tubuh," ujarnya.

Namun, lain halnya jika yang dipastikan positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala atau disebut OTG (orang tanpa gejala). Mereka diperbolehkan berpuasa di bulan Ramadhan.