Disdik Bandung Tuntut PTM Siap 80 Persen

Sejumlah guru mengikuti vaksinasi COVID-19 massal

Guru yang belum divaksinasi tidak diperkenankan mengajar tatap muka.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengklaim, persiapan rencana studi tatap muka pada Juli saat pandemi Covid -19 sudah mencapai 80 persen. Proses yang sedang berlangsung adalah vaksinasi Covid-19 untuk pendidik dan pendidik oleh Dinas Kesehatan.

“Infrastruktur sudah siap, kepala sekolah sudah siap, sekolah sudah siap, siswa dan orang tua sudah siap. Total sudah siap 80 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar, Kamis (1/4). ).

Ia mengatakan, saat melakukan pembelajaran tatap muka, sekolah harus mengadopsi protokol kesehatan standar. Termasuk fasilitas kantin yang tidak boleh dibuka untuk meminimalisir penyebaran virus Corona di sekolah.

Ia mengatakan, berdasarkan instruksi Mendikbud, menjelang rencana studi tatap muka harus dipastikan semua pendidik dan pendidik sudah divaksinasi. Langkah ini diambil agar pembelajaran tatap muka bisa meminimalisir penyebaran Covid-19.

Selanjutnya, tahap selanjutnya adalah persiapan eksperimen selama masa transisi dan adaptasi kebiasaan baru. Ia mengakui bahwa pembelajaran tatap muka tidak hanya bergantung pada satu atau dua lembaga pemerintah.

“Tentunya harus dilakukan bertahap (simulasi), pastikan dulu PTK sudah divaksinasi. Kalau semua sudah divaksinasi, baru bisa diambil langkah selanjutnya. Skenario sudah disiapkan Insya Allah mulai dari persiapan uji coba transisi dan AKB akan diproses secara bertahap, ”ujarnya.

Ia mengatakan, guru yang belum divaksinasi tidak diizinkan mengajar tatap muka. Mengenai usulan tes smear PCR reguler yang diajukan saat diadakan pembelajaran tatap muka dan vaksinasi siswa, menurutnya hal tersebut merupakan kewenangan Dinas Kesehatan.

Wisdom menambahkan, sebelum rencana pembelajaran tatap muka, orang tua dapat memutuskan atau memilih untuk mendorong anak mereka untuk belajar online atau offline. Orang tua harus membuat pernyataan tentang masalah ini.

Baca:  Cegah Covid-19, Sukabumi Pilih Tingkatkan Kecepatan Tes