Dapatkah Muadzin Menerima & # 39; Amplop & # 39;? | Republic Online

Bolehkah Muadzin Menerima

Apakah muazin menerima amplop tersebut atau tidak, para ulama tidak setuju.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Muadzin atau orang yang mengucapkan adzan di masjid dan musala biasanya diberi upah atau amplop dari pengurus masjid. Mengenai diterima atau tidaknya amplop tersebut para muadzin, para ulama tidak sependapat.

Ibn Rusyd dalam buku itu Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid Yang dikemukakan, ada ulama yang menyatakan bahwa menerima amplop atau gaji itu baik atau dibenarkan. Namun, beberapa ulama lain menganggap menerima amplop untuk muadzin sebagai makruh.

Adapun para ulama yang menganggapnya kasar tetapi cenderung melarangnya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Utsman bin Abdul Ash, beliau bersabda Nabi SAW bersabda: "Ittakhidzu mua & # 39; dzinan la ya & # 39; khudu ala adzanihi ajran."

Artinya: "Misalnya seorang muazin yang tidak mengambil upah untuk azannya,". Sedangkan ulama yang mengijinkannya untuk berargumen dengan menyamakan penerimaan amplop oleh muadzin termasuk dalam hal perbuatan wajib.

Maka tentu saja, memberikan amplop kepada muazin dianggap bisa diterima. Dan karena memiliki tujuan yang positif dan azan seringkali menguntungkan umat Islam, baik penerima amplop maupun yang memberikannya dianggap beramal. Asal mula niatnya sama karena hanya Allah.