BPH Migas Menunjuk Brother Bakrie Bangun Pipa Cisem

BPH Migas memutuskan untuk menyerahkan proyek tersebut ke PT Bakrie and Brothers selaku pemenang kedua dari proyek Cirebon Semarang (Cisem).

BPH Migas mengaku telah menyelesaikan kajian terhadap proyek Cisem

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – BPH Migas mengaku telah menyelesaikan kajian proyek Cirebon Semarang (Cisem) yang sempat tertunda kemarin. Dari hasil studi tersebut, BPH Migas memutuskan untuk menyerahkan proyek tersebut kepada PT Bakrie and Brothers sebagai pemenang kedua proyek tersebut.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menjelaskan, Panitia BPH Migas menyepakati opsi pemberian kesempatan kepada pemenang lelang kedua atau ketiga sesuai dengan aturan BPH Migas saat ini. Selanjutnya BPH Migas dapat melakukan opsi lelang ulang atau opsi penugasan sesuai dengan Pasal 46 ayat (3) UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas serta peraturan perundang-undangan pelaksanaannya. Apabila tugas tersebut dilakukan oleh Menteri ESDM maka perlu mempertimbangkan Badan Pengatur (BPH Migas) sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 04 Tahun 2018 tentang Usaha Gas Bumi dalam kegiatan usaha migas.

“Bakrie and Brothers selaku pemenang tender kedua telah menyampaikan pernyataan ketertarikan secara tertulis atas proyek Cisem berdasarkan surat dari Direksi BNBR tertanggal 13 November 2020. PT BNBR pun meminta agar diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap memperhatikan kondisi saat ini. pipeline. cisem, "kata Ifan, Sabtu (19/12).

Ifan juga mengatakan perseroan telah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan pipa Cisem sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen penawaran pada saat lelang sesuai dengan surat PT BNBR tertanggal 3 Desember 2020. PT BNBR juga menyatakan siap memberikan Jaminan Pelaksanaan dalam waktu tujuh hari kerja sejak PT BNBR ditetapkan oleh BPH Migas sebagai calon Pemenang Lelang.

PT BNBR meminta agar Jaminan Pelaksanaan sebesar 0,2 persen dari nilai investasi mengacu pada dokumen penawaran pada lelang tahun 2006. PT BNBR juga telah melampirkan referensi Bank dari bank nasional.

Baca:  Produksi 3 andalan migas diproyeksikan turun tahun ini

“Apapun pilihan yang diambil, yang terpenting harus sesuai dengan aturan atau regulasi yang ada dan bukan sekedar wacana. Pasalnya, badan usaha yang memenangkan tender pada awalnya menyatakan dapat melakukannya kemudian kemudian menyatakan mundur, seperti PT Rekayasa Industri, yang sebelumnya menyatakan bisa melakukan pembangunan secara tertulis kemudian melakukan groundbreaking, tapi tujuh bulan kemudian menyatakan mundur, ”kata Ifan.

Opsi ini juga dipilih dengan mempertimbangkan periode waktu yang lebih cepat daripada opsi lainnya. Pelelangan ulang oleh BPH Migas dan penugasan kepada BUMN harus dilakukan berdasarkan evaluasi ulang aspek teknis dan ekonomi yang selanjutnya harus diserahkan kepada RIJTDGBN sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

"Saat mengevaluasi ulang dengan desain ulang “Aspek teknis perpipaan sangat terkait dengan ketersediaan alokasi pasokan gas serta izin usaha sementara yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembangunan,” kata Ifan.