BNI Syariah Perluas Kerja Sama di Sekolah Asrama Islam

Nasabah melakukan transaksi di Bank BNI Syariah, Jakarta (ilustrasi). Prayogi/Republika

Jumlah pesantren yang telah bekerjasama dengan BNI Syariah sebanyak 1.000 pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – BNI Syariah memperluas kerja sama dengan pesantren. Kepala Divisi Reksa Dana BNI Syariah Ritel Ida Triana Widowati mengatakan saat ini terdapat 1.000 pesantren yang telah bekerjasama dengan BNI Syariah dengan dana kelolaan sebesar Rp 172 miliar.

Menurutnya, BNI Syariah terus memberikan pelayanan manfaat ganda kepada pelanggan, yaitu dalam hal kehalalan dan berkah dalam produk dan layanan. Diantaranya melalui BNI KUR iB Hasanah, pembiayaan modal kerja, pembiayaan rantai pasokan, pembiayaan berbasis aset, pembiayaan berdasarkan sewa / lease, pengelolaan kas, dan transaksi perbankan.

“BNI Syariah berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih positif kepada pesantren mandiri dan berkontribusi bagi perekonomian Indonesia secara umum,” ujarnya dalam keterangan media, Sabtu (7/11).

Ini adalah perwujudan misi Hasanah Banking Partner untuk melaksanakan Jalan Hasanah. Hal ini ditunjukkan dengan dukungan terlaksananya ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan Islam bagi pesantren di seluruh Indonesia dengan solusi produk dan layanan perbankan syariah.

Saat ini telah dilakukan beberapa kerjasama yang dilakukan antara BNI Syariah dengan pondok pesantren mitra. Diantaranya kerjasama antara Kementerian Koordinator Perekonomian dan Sekretariat Wakil Presiden serta Bank BNI Syariah.

“BNI Syariah juga telah menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama (UKM) antara BNI Syariah dengan Pesantren Economic Union (SEP) atau Yayasan Simpul Tenaga Pesantren,” ujarnya.

Hal ini dilaksanakan pada Santri 2020 di empat pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren Syekh An-Nawawi Tanara, Serang Banten; Pondok Pesantren Madinatunnajah, Tangerang Selatan; Pondok Pesantren Investa Cendikia Amanah, Depok; dan dan Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Bandung. BNI Syariah juga aktif bekerja sama dan memberikan bantuan kepada pesantren senilai total Rp 1,2 miliar dalam rangka ketahanan pangan dan penguatan ekonomi pesantren melalui pelatihan kewirausahaan dan bantuan modal usaha kepada santri.

Baca:  BNI Syariah Salurkan Pembiayaan untuk Pemuda Indonesia di Jepang

Kepala Seksi Iklim Usaha Direktorat Pemasaran dan Konsumsi Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Farrid Prihawanto mengatakan, dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekosistem pesantren meliputi kebijakan dan sinergi penguatan ekonomi pesantren.

Ada empat hal yang telah dilakukan Kementerian Perdagangan untuk memfasilitasi pengembangan ekonomi pesantren antara lain peningkatan kapasitas produk dan sumber daya, pendampingan perdagangan dan sarana, kampanye dan sosialisasi, serta promosi dan pemasaran.