BKKBN: Masalah stunting diselesaikan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo

Stunting antara lain karena masalah gizi dan awal kehamilan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR – Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan masalah kerdil harus segera diatasi untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul. "Stunting memang bukan satu-satunya masalah, tapi masih banyak masalah gizi di belakangnya, salah satunya kehamilan yang terjadi di usia muda," ujarnya dalam keterangan tertulis di Makassar, Senin (21/9).

Hasto merupakan salah satu pembicara pada webinar FKM Unhas yang mengangkat tema “Perspektif Program dalam Rangka Penyelamatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)”.

Ia menjelaskan, wanita hamil di usia muda menyebabkan tulang berhenti tumbuh. Kehamilan pada usia 15 atau 16 tahun menyebabkan kalsium yang seharusnya menambah panjang tulang, dipindahkan ke janin hingga ibu menjadi pendek (berhenti tumbuh) dan anak juga menjadi pendek.

“Karena itu masa 1.000 HPK sangat penting dan prioritas utama dimulai dari 270 hari kehamilan hingga 730 hari setelah melahirkan,” kata Hasto.

Perwakilan Perkembangan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Lenny N. Rosalin memaparkan isu yang umumnya beredar tentang kesehatan anak, yaitu terjadinya gagal tumbuh. Ia juga mengatakan bahwa peran ASI penting bagi tumbuh kembang anak, karena balita yang tidak mendapat ASI eksklusif sejak lahir akan memiliki risiko stunting 4,8 kali lebih besar dibandingkan balita yang diberi ASI eksklusif sejak lahir.

Ia juga menjelaskan secara detail masa keemasan dan perkembangan anak serta membaginya menjadi empat tahap, yaitu prasangka, janin (dalam kandungan), bayi baru lahir, dan bayi. “Peran keluarga juga harus dioptimalkan sebagai pionir dalam pencegahan 'stunting' melalui gizi yang tepat, pemberian ASI + MP-ASI, peningkatan imunitas melalui gizi yang baik, dan menerapkan pola hidup sehat. Jika anak sakit, Keluarga harus segera melaporkannya ke fasilitas pelayanan kesehatan, ”ujarnya.

Baca:  Satgas: Biaya Perawatan Hanya di Rumah Sakit Rujukan

sumber: Antara