Bengkulu Ingin Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka Mulai Februari

Petugas merapikan ruang kelas di SMKN 1 Bengkulu, Rabu (6/1/2021).  Berdasarkan keputusan Pemprov Bengkulu dan Satgas Penanganan COVID-19, pelaksanaan belajar tatap muka pada semester genap tahun 2021 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan karena kasus COVID-19 di daerah tersebut terus meningkat.

Gubernur Bengkulu mengklaim kasus Covid-19 di wilayahnya sudah berkurang

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU – Pemprov Bengkulu menargetkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah bisa dimulai pada Februari mendatang.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di Bengkulu, Senin (25/1), menjelaskan, target tersebut berdasarkan tren jumlah kasus positif Covid-19 di kabupaten setempat yang mulai menunjukkan penurunan bulan lalu.

“Saya mendengarkan aspirasi masyarakat dan alhamdulillah trend kejadian (positif Covid-19) di Bengkulu sudah menurun, artinya bisa lebih kita tangani, tapi di sisi lain kesiapan kita juga perlu,” ujarnya. .

Ia mengatakan, tahap awal belajar mengajar tatap muka di sekolah akan dilakukan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang belum tuntas, melainkan hanya untuk 30 hingga 50 persen sekolah.

Dia mengatakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Ketentuan lainnya, kata dia, termasuk mengatur pembagian jumlah siswa di sekolah. Misalnya, setiap dua hari bagi siswa yang memasuki sekolah berbeda.

“Karena siswa SMA pertama bisa lebih disiplin, beda dengan siswa SMA atau SD pertama dan yang kedua karena ketahanannya lebih kuat,” kata Rohidin.

sumber: Antara

Baca:  Sekjen Aceh Positif Covid-19 Saat Meninggal Dunia